Searching

Monday, 21 January 2013

Si Hir

Sihirmu itu,
Adalah embun yang mengawali datangnya pagi.
Sihirmu itu,
Adalah semburat mentari terbit dibalik bukit penanjakan.

Sihirmu itu,
Adalah kicau burung-burung liar penghasil melodi alami.
Sihirmu itu,
Adalah kilau liuk sengatan surya menimpali taman hidup.
Sihirmu itu,
Adalah gerak-gerak lirih sepoi angin menyejukan hati.

Sihirmu itu,
Adalah jalanan panjang menjulang tinggi menantang nyali.
Sihirmu itu,
Adalah puncak-puncak yang melambai menggetarkan sanubari.
Sihirmu itu,
Adalah tatapan hijau nan luas tak terganti.
Sihirmu itu,
Adalah edelweis yang terus abadi.
Sihirmu itu,
Adalah cahaya kunang-kunang  digelap malam puncak Rinjani.

Sihirmu itu,
Laksana pelangi menegaskan elok Drupadi.
Sihirmu itu,
Yang membuat hati terus tertawan dan jatuh cinta lagi.



Si Hir
Braemar Hill, 21 Januari 2013
Ay..ay

Sunday, 20 January 2013

Mata

Matamu itu seperti sebuah malam,
yang diam-diam membuatku terus bermimpi.

Matamu itu bagai fajar menerangi,
Yang tegas mengantarku tidak terus dibuai mimpi.

Matamu itu sinarnya bagai matahari terbit,
Tidak menyengat tapi selalu memberi semangat.

Matamu itu bagai merah senja di Alexandria,
Teduhnya mengundang kerinduan.

Matamu itu bagai sebuah lilin,
ketika dalam gua yang gelap menuntunku menuju sebuah bukit yang indah.

Matamu itu bagai sebuah sebuah mata air,
Yang tidak mengering dan terus memancarkan bening.

Matamu itu,
Sebuah mata yang tidak bisa diganti.
Matamu itu hanyalah mata seorang perempuan desa,
Matamu itu tidak lain adalah mata perempuan yang ku panggil Ibu.

Mata
BraemarHill, 20 Januari 2013
Ay.

Friday, 18 January 2013

Lembayung Jingga

Tersudut diantara nyeri tulang daun dan epidermis.

Nadiku sejenak terhenti,
seketikanya aliran darah berubah menjadi hitam keunguan.

Diam jiwaku dalam tanya,
Resah sukmaku dalam pencarian makna.

Luluh,
Lunglai,
Tersungkur tanpa Daya,
Tak ada Raya,
karena aku adalah Maya.

Kelopak mataku terbuka,
Perlahan dunia memperlihatkanku pada sang lembayung berwarna jingga,
Lembayung yang berayun menarikan irama seruling jaman.

Dalam pekat,
jiwaku terikat,
tanpa syarat,
Tak ada sekat,
karena yang ku tahu inilah mukjizat dari segala nikmat.

Ayda Idaa
Causeway Bay, 6 July 2011
"Lembayung jingga menyanyikan lagu bahagia untuk jaman"

Thursday, 17 January 2013

Penguasa Teguh-ku

Menepi aku disudut ruang hati,
Terpatri dalam perenungan seorang diri,
Dalam tepi aku menyepi,
Tertunduk tiada henti.

Ya, Illahi.
Engkaulah penguasa Sirr Al-Asrar dalam jiwaku.
Tiada kepada selainMu aku berserah atas takdirku.

Yaa, Penguasa Lahut,
Jabarut,
Malakut,
Mulki.

Sesunguhnya tiadalah ruh Al-qudsi didalam Fuad,
Tanpa Engkau lidungi qalbu dalam nafs-ku ini.

Yaa. Pemilik Alif Lam Mim
Kumpulkanlah aku diantara Uli Al-albab yang Engkau pilih
Yaitu orang-orang yang tiada berhenti dzikir, pikiran dan ibadahnya kepadaMu,

Sehingga Engkau hadapkan aku kepadaMu dengan qalbun salim,
Bersama golongan-golongan Al-Muttaqun
Dan Engkau menjadikan hatiku ba`its li shalih al-a`mal
Yang tiada membenci dan mendengki.Engkau menjadikannya salim min amradh al-qulub
Engkau jaga dalam salamat al-qalb 'an al-syirk aw al-aqa'id al-fasidah
Yaitu hati yang lurus dan terlindungi dalam aqidah yang benar,
Yang Engkau jauhkan dari kemusyrikan.

(BraemarHill, 09 Desember 2012)

Engkau dan Arsy-Mu

Demi kalam dan takdirMu
Aku yang rapuh tanpa seijin kekuatanMu
Tiada mampulah aku melewati aral jalan nan penuh liku
Yang telah ENGKAU tuliskan dalam lauhul mahfuds untukku,

Sunyi nian arus tanpa gelombang,
Bahkan desir-desir nadiku tak mampu ku perdengarkan tanpa telinga pinjamanMu.

Aku tertunduk...
Dalam sajadah dimalam-malam panjangku,
Mengadukan aku adalah ilalang runtuh
Tanpa akar yang menahan berat tubuhku kala angin melanda,
Jika bukan karena ENGKAU bermurah atas keluhku,

Berjalanku ditaman bimbang tanpa keraguan,
Bergerakku dipadang kembang tanpa kumbang,
Terhenyakku dalam gurun keingintahuan,
Terhempasku dalam lautan tenang tanpa gelombang,

Arah jalanku pulang kelak bersemayam,
Dimana lorong-lorong gua bau darah pesakitan ikut menyandera pandangan mata,
Melaluinya..
Melewatinya..

Hingga terbentang padang savana tanpa ilalang..
Tertuntun jiwa dalam diam menakjubkan mata,
Ya... ENGKAU yang bersinggasana dalam Arsy..
Tiada langit dan bumi tanpa ENGKAU merestui.

Wednesday, 16 January 2013

Tengok dengan benar dirimu

Suatu hari saya mengeluh dengan sepatuku yang lama dan sudah tidak bagus lagi, sampai akhirnya semuanya berhenti ketika saya bertemu dengan seseorang yag kakinya diamputasi.

Suatu hari saya menyayangkan kenapa mata ini tidak melihat dengan jelas dan harus berkacamata sampai akhirnya saya bertemu dengan seorang tunanetra.

Saya juga sering menyalahkan diri sendiri ketika apa yang saya inginkan tidak terpenuhi, sampai akhirnya datang sesuatu yang lebih baik dari yang saya inginkan.

Mengeluh tidak menghilangkan kesulitan dan tidak juga mempermudah kehidupan. Kita tidak mungkin berbahagia hanya mengharapkan kehidupan yang mudah. Kehidupan ini sulit, itu faktanya. Namun ada yang akan membuat segalanya lebih mudah ialah pikiran yang terbuka dan hati yang lapang menerima kenyataan.

Segala sesuatunya tidak ada jalan pintas ataupun serba instant. Segala sesuatu yang instant tentu memiliki efek samping jauh lebih berbahaya. Bukankah mie instant sekalipun tidak dibuat secara instant? Tetap ada proses. Sekalipun telah dikemas dan siap saji tetap harus direbus dulu kalau mau menikmatinya. Dan jika terlalu banyak justru akan membahayakan organ tubuh kita sendiri.

Manusia yang merasa dirinya sunyi, sepi dan sendiri sebenarnya berasal dari dalam
dirinya sendiri. Ia lebih suka membangun dinding yang membatasi dirinya dengan
dunia luar daripada membangun jembatan yang menghubungkannya dengan dunia luas. Openmind dan openheart. Bersikaplah terbuka menerima setiap persahabatan tanpa mengurangi mawas diri dan berhati-hati.

Ikan-Ikan Darat

Seperti seekor ikan, ia tak akan bisa dipaksa menjadi hewan amphibi yang hidup di dua alam.
Di air ia berenang dengan bebasnya.
Dia hidup.
Dia bebas mengembangkan siripnya.
Memamerkan pesona indah sisiknya.
Tapi jika kau paksa dia di darat.
Dia akan sekarat.
Dia kejang-kejang lalu mati.
Bertahan hanya sekedar terpaksa,
Karena memang tak ada pilihan selain menunggu mati pelan-pelan.
Dia tidak akan hidup ditanah gersang,
Atau di padang savana sekalipun.
Laut lepas adalah dunianya,
Dunia tempatnya berliuk-liuk dengan indah segala pesonanya.
Dan duniaku adalah pena.
Duniaku adalah imaji,
Duniaku ialah kata
Yang tak akan bisa dipaksa menikmati rumus bilangan.
(BraemarHill, 16 Januari 2013)

Monday, 7 January 2013

Klenik Tradisi Ruwatan dan Pak Menteri

"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu
termasuk orang-orang yang zalim. Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang
dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.Yunus (10):106-107).

Ruwat mobil listrik pak menteri. Sehubungan dengan berita kecelakaan yang menimpa bapak menteri yang terhormat saya turut prihatin, terhatur do'a semoga "luka ringannya" segera dipulihkan.

Bapak menteri yang terhormat. Tanpa mengurangi sedikitpun rasa hormat saya kepada bapak dan terlepas dari tradisi kecongakan. Saya hanya ingin menyampaikan Rasa Kecewa Saya terhadap bapak menteri.

Berikut saya kutip sebuah tulisan dari www.liputan6.com mengenai prosesi ruwatan mobil listrik pak menteri.

"Usai dimandikan dengan air kembang (diruwat) di Solo, mobil listrik Tucuxi merah
milik Dahlan Iskan siap menjalani test�ride 1.000 kilometer. Tes ini akan dimulai
dari Kota Solo menuju Magetan dan berakhir di Kota Surabaya.

Dengan menggandeng dalang kondang Ki Manteb Sudarsono, Dahlan melakukan
ritual tolak bala meruwat mobil Tucuxi yang berdesain futuristik mirip dengan
mobil sport Ferrari. Tak main-main, mandi air kembang untuk mobil listrik ini
menggunakan air yang diambil dari 4 sumber mata air dari empat penjuru mata
angin di Solo.

Dahlan berharap dengan ritual tolak bala ini selama perjalanan test ride ini tidak ada halangan dan berjalan lancar. Selamatan yang dikenal dengan istilah "Murwa Kala" ini ditujukan agar mobil Tucuxi buatan Danet ini terhindar dari segala musibah, kendala dan fitnah. Ia juga berharap mobil ini bisa layak diproduksi massal dan dipasarkan."

Maka siapa yang bisa merubah sebuah musibah ketika Allah Azza wa Jalla menghendakinya terjadi? Tidak ada satu orang pun.

Dan bukankah kenyataan kini telah berbicara? Maka nikmat Tuhan yang manakah yang harus kita dustakan?

"Mobil kok diruwat? Yang diruwat itu kan seharusnya orangnya." (Maaf tetapi bukankah tradisi ruwat itu sendiri telah tergolong kemusyrikan. Dimana sang pelaku lebih percaya akan ritual ruwatan yang mampu mengusir tolak bala ketimbang kepada yang maha Esa. Oh, maaf barang kali bapak memang lebih merasa kalau mobil listrik milik bapak tidak akan sial setelah prosesi ruwatan. Sekali lagi maaf atas sangkaan saya yang awam ini).

Lalu apa sebenarnya ruwatan itu?

Ruwatan merupakan sebuah kepercayaan yang berlandaskan cerita wayang. Ruwatan artinya upacara membebaskan ancaman Batoro Kolo—raksasa pemakan manusia, anak Batoro Guru atau raja para dewa.

Batoro Kolo adalah raksasa buruk rupa jelmaan dari sperma Batoro Guru yang berceceran di laut setelah gagal bersenggama dengan permaisurinya, Batari Uma, ketika bercumbu di langit sambil menikmati terang bulan. Maka Batoro kolo dijanjikan akan diberikan makanan oleh Batoro Guru yaitu manusia yang dilahirkan dalam kondisi tertentu, seperti kelahiran yang menurut perhitungan klenik akan mengalami menderita (sukerto) atau kesialan, juga yang lahir dalam keadaan tunggal (ontang-anting), kembang sepasang (kembar), Kedono-kedini, sendang apit pancuran (laki, perempuan,
laki) dan lain-lain. (Lihat AM Saefuddin, Ruwatan dalam Perspektif Islam , Harian
Terbit, Jum’at 11 Agustus 2000, hal 6).

Itulah orang-orang yang harus diruwat menurut kepercayaan dari cerita wayang. Padahal, cerita wayang itu semodel juga dengan cerita tentang Pendeta Durno yang menyetubuhi kuda lantas lahirlah Aswotomo. Konon Durno diartikan mundur-mundur keno/kena, jadi dia naik kuda betina lantas mundur-mundur maka kenalah ke kemaluan kuda, akhirnya kuda itu melahirkan anak manusia.

Hanya saja anak yang lahir dari kuda ini diceritakan tidak jadi raksasa dan tidak
memakan manusia. Jadi, nilai cerita ruwatan itu sebenarnya juga hanya seperti nilai cerita yang dari segi mutunya saja sangat tidak bermutu, seperti anak lahir dari rahim kuda itu tadi.

Prosesi upacara ruwatan itu bermacam-macam. Ada yang dengan mengubur seluruh tubuh orang/anak yang diruwat kecuali kepalanya, ada yang disembunyikan di tempat tertentu atau pun disiram air kembang seperti mobil listrik milik pak Menteri .

Setidaknya inilah sekelumit mengenai tradisi ruwatan. Masih sangat banyak lagi prosesi-prosesi klenik dalam masyarakat kita yang syarat dengan kemusyrikan. Misalnya saja  Tradisi Maeso Suroan yang Digelar di Lereng Semeru untuk menyambut tanggal 1 Suro. Prosesi penamaman kepala sapi disebuah hutan bambu untuk para leluhur diikuti arak-arakan segala macam hasil bumi dan diikuti iring-iringan kesenian Reog lengkap dengan tumpeng dan lainnya.

Dan apakah Batoro Kolo memakan mobil atau berjaga-jaga agar tidak tertimpa musibah? Jika diibaratkan anak ontang-anting mobil pak menteri akhirnya kepanting menabrak tebing. Dan inilah kenyataan yang Allah tunjukan.

Sepak terjang bapak menteri yang terhormat sudah pasti tidak diragukan. Bahkan, hampir semua pemuda mengidolakan (baca: sempat kagum) dengan sosok bapak yang satu ini. Sering saya membaca pemberitaan-pemberitaan mengenai bapak menteri. Mulai dari prestasi-prestasi membawahi Jawa Pos, Komisaris Fangbian Iskan Corporindo (FIC)ataupun di PLN.

Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama
kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. (red : wikipedia)

Pun demikian sejak menjadi menteri BUMN bapak menteri adalah sosok yang dikagumi (baca: pernah dikagumi). Sering terdengar kabar kurang sedap mengenai bapak, namun segera mungkin saya tepis. Saya berusaha tetap berbaik sangka dan tidak mengurangi sedikit pun pesona bapak dimata saya. Sekali lagi, tanpa mengurangi rasa hormat sebagai seorang bapak yang dijadikan figur. Saya hanya menuliskan uneg-uneg rasa kecewa mengenai ruwatan ruwatan mobil listrik .

Menurut saya bapak seorang yang cerdas dan layak dijadikan panutan. Bahkan, sering setiap pagi saya membaca tweet bapak mengenai ajakan sholat subuh, joging, kerja keras, semangat ataupun sekedar candaan yang mendekatkan dengan 267,852 FOLLOWERSnya.

Pada awal menjabat sebagai mentaeri BUMN bapak memiliki beberapa program yang akan dijalankan dalam pengelolaan BUMN. Program utama itu adalah restrukturisasi aset dan
downsizing (penyusutan jumlah) sejumlah badan usaha. Namun beberapa kinerja BUMN disorot. Pak Dahlan dianggap gagal membawa lima perusahaan BUMN untuk melepas saham perdana (initial public offering/IPO) di lantai
bursa. Adapun, berkat kepemimpinan bapak, BUMN dinilai bersih dari korupsi oleh masyarakat juga merupakan kinerja dan keberhasilannya membangun BUMN. Sekali lagi bapak menteri adalah sosok yang sempat melejit sebagai kandidat capres paling populer dikalangan rakyat kecil. Media-media akrab memberitakan keberadaan bapak menteri, baik di kereta ataupun pas lagi nyapu di Bandara Soekarno-Hatta. Ada sebagian yang menganggap hanya pencitraan semata. Namun, saya masih berbaik sangka. "Ah, hanya orang-orang tidak senang yang selalu ribet mencari-cari kesalahan."

Namun sejak membaca berita perihal ruwatan itu. GLEK..!
Rasanya tiba-tiba sejuta curiga dan tanda tanya mencuat ke permukaan. Sungguh diluar dugaan, bapak percaya dengan model klenikan. Bahkan yang jelas-jelas telah kemusyrikan itu tidak diridhoi Allah Azza wa Jalla.

Bapak menteri yang terhormat.
Mungkin ini adalah teguran untuk kita semua, bukan hanya bapak seorang. Tetapi lebih daripada itu ialah hikmah pelajaran yang saya dapatkan dengan mengetahui kabar ini.

Pertama.
Tidaklah kita sebagai manusia patut mencurigai lebih dulu segala kehendakNya. Tidak ada celaka yang dapat ditolak bala jika Allah telah menetapkannya, dan tidak ada sebaik-baik perlindungan kecuali DIA.

Kedua.
Bahwasanya manusia itu tempat keliru yang tak berkesudahan. Tidak pernah ada manusia dengan sosok sempurna. Tidak ada.

Ketiga.
Bahwasanya manusia mudah tertipu dengan pandangan matanya. Sekali lagi ia akan tertipu jikalau hanya melihat dari indera penglihatannya dan mendengar dari pendengarannya. Keduanya tetap harus difungsikan dengan otak dan hatinya. Ya, saya mungkin memang terhanyut dalam pengagungan kepada bapak menteri tercinta.

Dan tentu masih banyak lainnya yang tidak seyogyanya saya uraikan panjang lebar. Mungkin, tidaklah penting siapa sih seorang "Ay" menulis yang tidak ada guna dan manfaatnya. Namun, ini karena rasa hormat dan kagum saya selama ini saya hanya ingin menuliskan uneg-uneg rasa kecewa saja. Tidak lebih. Tidak lebih dari itu.

Bukan pula teguran, sebab saya jauh. Jauh lebih tidak paham dengan pengetahuan yang tidak saya ketahui. Saya, hanya orang awam. Yang mencari tahu dengan ingin tahu saja.

Allah telah menetapkan masing-masing kejadian kepada setiap manusia. Ketika kita menginginkan sesuatu termasuk keselamatan dan terbebas dari kesialan atau marabahaya maka seyogyanya kita meminta kepadaNYA. Allah lebih tahu apa yang pantas untuk kita dapatkan dan yang tidaj layak kita terima. Allah memberi yang kita minta, namun Allah juga menahan yang kita minta. Jika kita mau menerima semua akan terasa penuh makna hingga kita yakin bahwa tidak memberiNya pun adalah pemberian dariNya.

(foto: thejakartapost)

Friday, 4 January 2013

Interferensi Hati

Ketika diriku adalah aku, dan dirimu tetaplah kamu. Namun diantaraku dan antaramu adalah kita.

Mata sekilas memandang pada titik-titik cahaya membiaskan. Kemudian pikiran mencoba ikut membaca manakala telinga mencuri dengar. Mencari resonansi-resonansi dengan menangkap amplitudonya. Akankah dengar itu mampu dirasakan?

Segalanya bisa dipadukan. Seperti interferensi cahaya, interferensi bunyi pun memerlukan dua sumber bunyi yang koheren. Begitu juga dengan hati. Harus koheren jika ingin menghasilkan irama yang padu padan.

Sesekali memang perlu dilenturkan, difraksi pelenturan-pelenturan sumber bunyi melalui celah yang kecil. Dan celah diantara aku dan kamu itulah yang menjadi bahasa tak terjemahkan ketika mulut hanya terdiam. Justru gaungnya semakin tajam dipendengaran.

Pengaruh Fenomena Diskon Besar-besaran terhadap hasrat Belanja

Bagaimana sebuah kata "DISKON" dapat mempengaruhi hasrat berbelanja masyarakat terutama kaum perempuan? Apa gerangan yang menjadi magnet dari kata tersebut sehingga para kalayak ramai bisa dengan enteng merogoh kantongnya untuk membeli barang-barang yang justru sering kali tidak diperlukan. Bagaimana fenomena ini selalu menyedot perhatian sepanjang tahun?
Diskon besar-besaran. Big sale. Discount up to  80%. Ataupun 70% off dan model kata-kata ajaib lainnya yang sering digunakan oleh para retail untuk menarik minat belanja para calon konsumennya.
Diskon secara umum dapat diartikan sebagai  potongan harga beli sebuah product. Diskon memiliki banyak sekali alasan yang mendasari sebuah perusahaan mengambil langkah mengurangi harga jual productnya. Salah satunya adalah sebagai langkah marketing perusahaan untuk menarik minat konsumen, pengenalan product baru (promotion), atau dengan alasan terdapat penumpukan banyak barang yang tidak laku/tidak layak jual sehingga perusahaan mengambil kebijakan untuk menggelar obral besar-besaran.
Diskon..Diskon dan Diskon. Big Sale..!
Dimana-mana terpampang kata itu. Setelah melewati moment natal dan tahun baru, kesempatan memanfaatkan moment lain akan segera tiba.
Diskon merupakan kesempatan yang ditunggu-tunggu para konsumen untuk meraup manfaat dan keuntungan, yaitu memperoleh barang-barang kualitas bagus dengan harga yang relatif murah. Apalagi jika barang yang didiskon adalah barang-barang yang pas sekali dengan kebutuhan. Rasanya klop sekali. Mantap kalau istilah sekarang. Diskon bisa dijadikan sebagai ajang penghematan. Namun, jika kita tidak jeli sebagai konsumen diskon justru akan mendatangkan sejumlah kerugian yang jauh lebih besar.
Biasanya diskon dipromosikan lewat spanduk atau pamflet menyolok dengan warna-warna menyala agar mudah dipandang, iklan-iklan di TV pun berkeliaran, tak urung selebaran-selebaran pun ikut beterbangan bahkan juga diteriakkan oleh pramuniaga cantik. Biasanya kalau di Hongkong selalu berteriak, "Mai lei kan mai lei kan, Yao beng yao leng." (Silahkan dipilih, murah dan bagus itu maksudnya).
Tidak  dapat dipungkiri bahwa kecantikan para pramuniaga senantiasa dijadikan alat untuk menyihir konsumen oleh pengusaha. Para penyihir cantik ini pun selalu murah senyum dan ramah. Mereka akan dengan gamblang menjelaskan detail demi detail product perusahaannya. Hampir tidak ada cacatnya sama sekali. Dan kita para calon konsumen dengan hikmadnya menghayati. Sejumlah brand sengaja membuat ajang khusus semacam konsep festival guna menambah daya tarik sehingga para calon konsumen seakan merasa dimanjakan.
Dari sini yang semula hanya ikut-ikutan berkerumun sekedar melihat dan ingin tahu bisa dengan mudah terpikat untuk menyambar barang yang dijual. Sebab dengan melihat tingginya animo orang ditambah rasa antusiasnya untuk mencoba dan mencari tahu sangat memudahkan para pramuniaga melancarkan sihirnya. Maka terperosoklah ikut hanyut berbelanja. Wichhh... Magnet diskon.
Sikap membabibuta dalam berburu diskon yang demikian ini sangat merugikan. Kenapa? Sebab yang tadinya berusaha mencari big sale berubah menjadi big mistake. Konsumen sering lupa diri dan terhanyut buaian iklan ketika melihat embel-embel diskon dan dengan mudah mengeluarkan uang untuk berbelanja barang-barang yang sebenarnya belum tentu dibutuhkan, hanya sekedar memburu diskon tanpa memprioritaskan kegunaannya alhasil kebutuhan primer justru terabaikan. Terkadang juga mengganggu kebutuhan lain terutama bagi pengguna kartu kredit, sering terjebak dalam bunga dan tagihan yang membengkak. Iming-iming diskon sangat mungkin justru menjadi bumerang apabila konsumen tidak cermat menyikapinya. Alih-alih niat semula menghemat malah menjadi malapetaka.
Sebenarnya, kalau kita mau jeli mencermati program diskon ini berlangsung sepanjang tahun. Tidak ada berhentinya. Jadi istilah berburu diskon saya rasa kurang tepat. Jika saat itu tidak memungkinkan berbelanja masih ada kesempatan pada bulan berikutnya ko.
Ada banyak sekali "mantra-mantra sihir" yang dipakai pedagang untuk mengadakan program diskon besar-besaran. Sebut saja cuci gudang untuk menyambut tahun baru di bulan Desember-Januari atau Christmas Sale,
Valentine's Love Discount di bulan februari, bisa juga Save 60% Chinese New Year/ Imlek, Diskon libur sekolah sementar Juli
adalah Back to school yang menyajikan dagangan untuk keperluan anak-anak sekolah.
Ada lagi , Agustus diskon menjelang Dirgahayu RI,  September Back to campus, Oktober-Nopember diskon Ramadhan dan Idul Fitri serta kembali ke Desember diskon Natal dan cuci gudang. Jadi diskon itu tidak pernah berakhir tinggal gaya dan trik serta modusnya saja yang diotak-atik.
Selain itu masih sangat banyak lagi diskon-diskon lainnya. Misalnya  HUT pusat perbelanjaan atau perusahaan tertentu,  program promo, lounching produk baru, diskon pembelian dalam jumlah besar, diskon stok lama dan masih banyak lagi lainnya.  Pada pointnya alasan diskon bukan hal sulit untuk dicari sebagai strategi marketing sebuah perusahaan.
Diskon dapat dengan mudah menggiring calon konsumen bertindak lebih konsumtif dari sebelumnya. Konsumen sering termakan dan terjebak dengan modus atau trik penjualan barang yang sebenarnya menjabak.
Dengan mantra-mantra sakti seperti: Discount up to 70%, 30%+20% bagi pemegang member card, Big Sale Now, Free 50%, By one Free One,  +20% diskon toko, Murah hanya 60% harga semula, Obral, Sekarang Turun Harga dan lain-lain. Apakah semua ini manipulasi? Tidak.
Hanya saja konsumen sering kali tidak teliti dan kekurangtelitian ini dimanfaatkan oleh pengusaha.
Ahmad Gozali, perencana keuangan dalam bukunya Cash Flow for Women
menerangkan bahwa diskon yang ditawarkan sebenarnya bukanlah potongan harga,
tetapi strategi penjualan dengan penambahan syarat dan ketentuan yang bisa membingungkan konsumen.
Contoh diskon bersyarat, beli Minyak Goreng diskon 50% jika pembeli menghabiskan minimal Rp.150.000. Konsumen merasa beruntung membeli sebotol minyak goreng dengan harga Rp.16.000 padahal biasanya dijual seharga Rp 32.000. Padahal sebenarnya konsumen telah berbelanja Rp. 166.000 setelah
dikurangi diskon Rp 16. 000 maka diskon keseluruhan dari total belanjaan hanya
9,64%. Perhatikan uaraian berikut!
Harga Minyak awal Rp.32.000 - 50% diskon dengan syarat minimal blanja Rp. 150.000
MARI KITA HITUNG!
50% × 32.000 = 16. 000
SYARAT = 150.000
JADI, Total belanja adalah 150.000 + 16.000= 166.000
Maka Jumlah diskon keseluruhan yang didapatkan adalah,
*Jika tanpa diskon seharusnya 182.000
Maka diskon yang diperoleh sebenarnya adalah:
(16.000÷166.000)×100% = 0,0964 ×100% = 9,64%.
Nah.. Diskon ini hanyalah trik dan modus. Bahkan dengan belanja Rp 150.000 penjual sudah mempunyai laba menutupi diskon Rp 16.000 minyak gorengnya yang mungkin sudah hampir kadaluarsa.
Selain itu  masih ada lagi diskon bertahap, beli barang satu diskon 10% dan beli dua diskon
50%. Konsumen yang berhati-hati pasti mengira diskon 60%. Padahal kalau
dihitung Cuma berdiskon 30%. Nah, ko gitu?
Contoh:
Kaos 1 dengan harga Rp 100.000 diskon 10% menjadi Rp 10.000 jadi harga kaosnya Rp. 90.000.
Kaos ke 2 harga masih sama Rp. 100.000 diskon 50% jadi Rp 50.000. Total diskon dari pembelian keseluruhan 60.0000 dari
harga dasar 2 kemeja Rp 200.000 sama dengan diskon 30%.jadi diskon
sebenarnya bukan 60% dari total keseluruhan.
Total diskon sebenarnya:
{(10.000+50.000) ÷200.000} × 100%
= (60.000÷200.000) × 100%
=30%
Dan modus diskon telah beehasil membuat konsumen terkecoh. Masih banyak trik diskon lainnya yang kelihatan sangat menggiurkan padahal hanyalah strategi pemasaran. Sistem marketing sebuah perusahaan tentu tidak mengijinkan perusahaannya rugi maka dwngan trik dan modus yang terkesan halus sebagai umpan untuk menarik minat para konsumen.
Pilihan perusahaan hanya ada mencari trik agar barang tidak tertimbun digudang hingga tidak laku terlebih jika itu barang konsumtif yang terhalang masa kadaluarsa. Otomatis jika barang tidak laku maka kerugian akan semakin besar. Jadi lupakanlah, tidak ada satu pun kebijakan diskon yang berpihak sebagai kebaikan hati produsen kepada konsumennya.
Untuk itu sebagai calon korban diskon maka pakailah strategi cerdas untuk berburu diskon  dimana pun berada.
1. Pastikan barang yang dibeli benar-benar dibutuhkan. Jangan sampai susah-susah
memburunya hanya menjadi penghuni gudang atau malah menambah sesak ruangan
di rumah yang sudah sempit.
2. Pastikan barang dalam kualitas prima, tidak rusak, tidak kadaluarsa, eks display
atau rejected.
3. Pastikan harga yang didiskon tidak di-mark-up.
4. Cermati trik-trik diskon bersyarat yang membuat pengeluaran malah bertambah.
Intinya berbelanja pun perlu “kecerdasan” sikap, agar tidak dibodohi oleh trik
diskon yang menjebak apalagi hingga menjerat pada pengeluaran yang diluar batas.
Kenapa acara-acara diskon semacam itu biasanya ditampilkan dengan banner ataupun poster-poster? Keterangan-keterangan tersebut biasa dilabelkan para retail untuk menarik konsumen agar berkenan mampir untuk melihat brang-barang mereka dan akhirnya terpincut  untuk membelinya. Salah satu cara yang biasa dilakukan para retail untuk menarik konsumen adalah dengan mencoret sebuah harga lama(yang mahal) dan membubuhkan harga baru yang tentu saja, lebih murah.
Sebagian dari calon korban mungkin berpikir, apa yang membuat para retail tersebut mau repot-repot untuk mencoret angka yang sebenarnya tidak tiperlukan? Apa yang dilakukan oleh para retail tersebut adalah salah satu bentuk framing , di mana mereka mencoba untuk memberikan kesan bahwa barang
yang mereka tawarkan jauh lebih murah dari harga asalnya.
Framing (Kahneman & Tversky, 1998) merupakan salah satu fase dalam proses
pemilihan yang memberikan analisa awal pada pemutusan masalah. Dalam fase ini, sebuah masalah dapat ditampilkan baik atau buruk tergantung bagaimana cara masalah pemilihan itu diutarakan, baik oleh nilai yang ada,
kebiasaan atau harapan si pembuat keputusan.
Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa framing adalah ‘first impression ’ yang nantinya akan dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam memilih. Framing sangat erat kaitannya dengan titik referensi, yaitu sebuah titik yang dijadikan patokan dalam sebuah perbandingan.
Logikanya, sesuatu akan terlihat lebih rendah ketika berada di bawah titik referensi. Begitu
juga sebaliknya, dapat terlihat sangat tinggi bila berada di atas titik referensi. Dalam framing , titik referensi ini menjadi ‘bingkai’ seseorang
dalam mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan. Kemungkinan- kemungkinan yang telah ter- framing tersebutlah yang kemudian dievaluasi oleh sang pemilih.
Salah satu contoh adalah kebijakan ‘mencoret harga awal’ yang dilakukan oleh para retail tersebut. Pada awalnya mereka menuliskan dengan bombastis berapa harga awal, yang seringkali jauh lebih mahal, misalnya Handphone Rp. 2.5 juta. Angka yang besar itu secara otomatis menjadi titik referensi kitab karena informasi tersebut kita dapatkan terlebih dahulu. Kemudian, para retail tersebut ‘mencoret harga awal’ tersebut dan memberikan angka Rp.1,5juta di bawahnya. Tidak lupa dengan menambahkan kata-kata semacam “turun harga!” atau “Diskon besar-besaran!” atau mungkin mantra-mantra cantik lainnya.
Karena kita awalnya memandang angka Rp. 2,5 juta sebagai patokan, harga Rp.1,5juta yang berada di bawahnya akan terlihat jauh lebih murah. Yang diharapkan, tentu saja, kita menjadi lebih ‘welcome ’ pada harga tersebut (Rp. 1.500.000) dan memandang biaya tersebut sebagai ‘biaya yang murah’.
Selisih antara titik referensi, yaitu Rp. 2,5 juta dengan harga yang dibayar, yaitu Rp. 1,5juta akan terlihat sebagai keuntungan bagi pembeli. Mereka akan merasa membayar (jauh) lebih murah bila dibandingkan dengan apa yang bisa mereka dapatkan. Hal ini tentu saja membuat mereka, setidaknya beberapa dari mereka, mulai menyadari keuntungan yang mereka peroleh.
Perasaan ‘untung’ itulah yang dikejar para retail untuk meningkatkan keinginan konsumen membeli barang yang dimaksud. Namun, kalau kita mau memperhatikan. Menimbangnya kembali bahwa dengan harga Rp. 1,5juta apakah harga tersebut sesuai dengan kualitas barang yang kita beli? Mungkin jika kita lebih bijak hanya dengan menambah beberapa ratus ribu kita justru mendapatkan barang dengan kualitas lebih unggul.
Dalam framing pemakaian bahasa pun bisa menjadi hal yang sangat penting. Dengan menggunakan bahasa yang mengedepankan sisi positif, seseorang akan memandang informasi tersebut sebagai informasi yang menguntungkan. Misalnya pemakaian kata “80% lulusan terserap menjadi tenaga kerja” lebih dipilih menjadi tagline sebuah universitas swasta daripada “20% lulusan menjadi pengangguran”, meskipun memiliki arti
yang sama. 80% persen terserap tenaga kerja artinya yang 20% masih menganggur.
Bagi produsen, framing mungkin salah satu cara untuk menjaring ketertarikan sebanyak-banyaknya tanpa bermaksud membohongi para
konsumen. Mereka menyampaikan kebenaran meskipun dibungkus sedemikian rupa dengan bingkai yang cantik. Tentu saja tidak ada yang
salah dengan hal itu. Konsumen pun tidak dapat dikatakan merugi. Mereka merasa untung dengan melihat adanya selisih dari titik referensi dengan harga yang mereka bayar.
Namun, patut diperhatikan bagi konsumen, bahwa titik referensi yang dipatok produsen terkadang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Mereka melebih-lebihkan harga patokan agar konsumen merasa , sekali lagi hanya
MERASA, untung banyak. Padahal bisa jadi, hanya untung sedikit atau bahkan rugi sama sekali. Kalau sudah begini, maka mata konsumenlah yang mesti jeli melihat peluang untung atau buntung dalam fenomena
framing dalam diskon besar-besaran.
Produsen dan para retail boleh memiliki strategi marketing untuk menyedot dan menjajakan dagangannya agar laris manis. Itu sah. Tidak salah. Dalam hukum pemasaran produsen memiliki prinsip dengan modal serendah-rendahnya mencari keuntungan sebesar-besarnya. Walaupun ada Big Sale, perusahaan tetap berpikir agar mereka tidak mengalami kerugian. Bahkan dengan adanya strategi diskon mereka justru mampu mengeruk keuntungan yang sangat besar. Mulai hari ini jadilah konsumen yang cerdas dalam menghadapi fenomena diskon belanja.

Thursday, 27 December 2012

Mitologi Dewa Yunani Kuno

Dionysus adalah salah satu dewa Yunani kuno yang tradisinya dipraktekkan di seluruh Yunani, disebut sebagai Dewa Anggur yang dikenal Athena dan Thebes . Sementara dalam mitologi Yunani kuno juga menunjukkan bukti adanya Dewa Dionysus di Crete dan pulau-pulau lainnya. Tradisi pemujaan Dewa Dionysus
dimulai pada periode Minoan, Mycenaean dan bertahan hingga di era Romawi.

Hal ini ditelusuri dengan adanya sejarah Dewa Yunani yang berasal dari budaya pra-Yunani dan mengaitkan tradisi Dionysus ke beberapa pemujaannya sepanjang periode Yunani kuno, kemudian memeriksa budaya yang akan
memungkinkan pemujaan Nya dilanjutkan ke Helenistik Yunani dan era
Romawi.

Paling Berpengaruh Diantara Dewa Yunani
Kuno

Melampus memperkenalkan Dionysus kedalam jajaran Dewa Yunani melalui nama, ibadah, dan ritual. Melampus mempelajari prosesi penganganan tanaman Mesir yang dilakukan Dewa Osiris , termasuk prosesi Phallic yang
dikenal orang Yunani sebagai upacara ritual Dionysian .

Bukti menyatakan bahwa Dewa Dionysus dipuja sejak era Mycenaean , jauh sebelum memasuki zaman Perunggu di Yunani. Dalam catatan sejarah Mycenaean menunjukkan ibadah (pemujaan) Dionysus di Pylos sekitar tahun 1500-1100 SM. Bahkan ada kemungkinan ibadah Dewa Dionysus merupakan kelanjutan dari periode Minoan sebelumnya (kuno). Sebuah candi, atau lebih tepat disebut kuil dengan arsitektur bangunan abad ke 15 SM di Ayia Irini- Keos telah digunakan secara terus menerus selama periode Yunani, prasasti menandai tempat suci itu sebagai milik Dewa Dionysus.

Thucydides mencatat sejarah sebelum Ionia bermigrasi ke Asia Minor di abad
ke 10 SM. Dalam catatannya bahwa ritual Anthesteria dipraktekkan di Athena
dan Ionia. Semua imigran Ionia memiliki praktek sama berupa Festival Dionysian yang dilakukan orang Athena, yang juga membuktikan asal mula festival dilaksanakan. Terlepas dari sejarah panjang dan kepopuleran
dijajaran Dewa Yunani , asal-usul nama Dionysus tidak diketahui. Sebagian
besar kata belum diuraikan meskipun diyakini berisi nama Zeus di dalamnya yang mengindikasikan Dewa Dionysus sebagai anak Dewa Zeus. Tampaknya diambil dari kata non Yunani, seperti misteri Bacchus, Semele (nama ibunya), dan istilah keramat untuk tongkat suci dan pujian.

Mitologi Berbeda Dalam Sejarah Dewa Yunani Kuno

Dionysus, salah satu yang paling kuno diantara dewa Yunani , dan awalnya bukan merupakan pemberian Osirus. Pandangan Herodotus dalam catatan ‘The Histories’,mungkin berasal dari kenyataan bahwa selama abad ke 7 SM, ibadah pemujaan Dewa Dionisius dipengaruhi oleh pemujaan Osiris terutama terlihat pada penambahan prosesi kapal sebagai bagian dari pemujaannya. Herodotus dan semua orang Yunani tampaknya tidak menyadari
kelangsungan ibadah pemujaan Dewa Dionysus, yang mungkin memiliki
implikasi tentang sejauh mana orang Yunani menyadari warisan Mycenaean
sebagai budaya mereka.

Buku Hesiod “ Theogony/Works and Days” Tentang Salah Satu Dewa Yunani
Hesiod mengatakan bahwa Semele sebagai manusia yang fana melahirkan Dionysus “ dalam keintiman bersama ” Zeus, ayahnya. Dionisius dilahirkan
sepenuhnya abadi dan Semele berubah menjadi Dewi. Hal ini bertentangan
dengan mitologi selanjutnya yang mengklaim bahwa Semele tidak bisa
menahan kasih sayang Zeus dan akhirnya mati. Zeus menyelamatkan janin
dan membawanya, peristiwa ini terjadi di Thebes. Mitos selanjutnya tentang
kelahiran Dewa Dionysus, dilahirkan oleh Dewi Persephone. Zeus yang juga
sebagai ayahnya, menempatkan Dionysus di atas takhta beberapa saat ketika
masih kecil.

Sejarah Dewa Yunani kuno mengatakan, bahwa Dionysus tertarik dengan Titan yang membunuh dan merobek-robek tubuhnya, kemudian Dionysus dilahirkan kembali menjadi Dewa Yunani .

Wednesday, 26 December 2012

Gelembung Fermi pada Pusat Bima Sakti

Gelembung Fermi merupakan struktur misterius yang berasal dari pusat galaksi , sekitar 20,000 tahun cahaya di atas dan di bawah bidang galaksi Bima Sakti .

Dari ratusan orbit yang berada di atas permukaan bumi, teleskop Fermi telah
memetakan lokasi sumber sinar gamma dengan Large Area Telescope (LAT).

Tetapi sinar gamma tidak selalu jelas, latar depan tampilan Gelembung Fermi
diselimuti dengan emisi dari sinar kosmik dan debu di Bima Sakti.

**Fenomena Gelembung Fermi**
Untuk mendapatkan gambaran gamma-ray yang lebih baik, Douglas Finkbeiner dari Harvard Smithsonian Center-Astrophysics dengan hati-hati mengurangi sumber-sumber berdasarkan peta yang ditunjukkan pada lokasi debu kosmik, model disk galaksi, dan emitter yang dikenal sinar gamma, seperti lubang hitam yang aktif di galaksi lain.

Finkbeiner membandingkan bentuk lobus Gelembung Fermi dengan balon udara panas. Kedua gelembung yang simetris, dan masing-masing tampaknya berasal di pusat Bima Sakti di mana terdapat sebuah lubang hitam dengan
massa empat juta matahari.

Asal usul gelembung Fermi tidak diketahui, tetapi populasi energi elektron tinggi yang bertabrakan dengan foton akan meningkatkan kapasitas energi sinar gamma, mungkin ini yang menjadi penyebabnya. Materi yang jatuh ke pusat lubang hitam galaksi bisa mengeluarkan banyak energi untuk
menghasilkan elektron.

Gelembung Fermi merupakan struktur misterius yang berasal dari pusat
galaksi, sekitar 20,000 tahun cahaya di atas dan di bawah bidang galaksi.

Fenomena baru telah ditemukan pada tahun 2010 melalui energi sinar gamma dan X-ray, tak terlihat dengan mata telanjang. Para ilmuwan telah memperkirakan bahwa sinar gamma mungkin merupakan gelombang kejut
yang dihasilkan bintang dan digunakan pada lubang hitam besar di pusat galaksi.

Konsep ini menunjukkan keunggulan galaksi Bima Sakti dengan beberapa fitur baru tidak terbayangkan sebelumnya. Bulan Mei 2012, astronom di Harvard-Astrophysics mengumumkan penemuan Gamma-Ray yang
ditampilkan dalam warna pink, mampu memproyeksi jarak sejauh 27000
tahun cahaya di atas dan di bawah bidang galaksi.

Pancaran Cahaya Pada Gelembung Fermi
Sebelumnya teknologi ini dikenal Gelembung Gamma-Ray (Fermi Bubbles) yang ditampilkan dalam warna ungu. Namun tehnik terakhir mendapatkan tampilan dengan sudut miring 15 derajat. Teleskop Fermi pertama kali
menemukan Gelembung Fermi berukuran besar pada tahun 2010, gelembung ini berada di atas dan di bawah bidang Bima Sakti bersinar gamma dan sinar-x. Galaksi Bima Sakti dikenal memiliki lubang hitam supermasif pada
intinya, mungkin Gelembung Fermi bersinar pada panjang gelombang yang sangat kuat berasal dari sisa letusan di pusat lubang hitam.

Gelembung Fermi menunjukkan bahwa pusat galaksi Bima Sakti jauh lebih aktif di masa lalu daripada saat ini. Para astronom di Harvard telah menghasilkan lebih banyak gambar yang
muncul dari peristiwa energi yang terjadi di inti galaksi Bima Sakti, dan terkadang merupakan hasil di masa lalu. Mereka telah menemukan pancaran sinar energi bersinar gamma, di sekitar lokasi yang sama pada Gelembung
Fermi yang ditemukan sebelumnya. Kedua Gelembung Fermi melebar puluhan ribu tahun cahaya di atas dan di bawah bidang galaksi Bima Sakti.

Thursday, 20 December 2012

Cintaku

Aku mencintaimu sebatas cinta kemakhlukanku karena itulah aku senantiasa berdo'a untuk keselamatanmu.

Ibu
Bapak
Saudara
Kerabat
Sahabat
Kekasih
Kawan
Teman
Lawan

Apapun sebutannya untuk kalian
Aku mencintaimu
Itulah sebabnya aku selalu melupakan setiap kelirumu
Karena aku tahu aku pernah juga keliru
Aku mencintaimu

Itulah sebabnya aku berharap untuk kebahagiaanmu

Wanita

Hati-hati dengan seorang wanita yang mencintaimu apa adanya, karena mereka akan
dengan mudah memberikan pengampunan bagi semua kesalahanmu. Akhirnya, ia tidak lagi mempunyai hati nurani kecuali hanya ada hati yang penuh cinta. Dia akan sangat percaya padamu meskipun itu sebuah dusta. Tetapi pada batas kesabarannya kelak ketika cintanya ingin membebaskanmu maka hal itu justru akan mendatangkan penyesalan di sepanjang sisa perjalananmu. Jadi meskipun ia selalu menebar senyum dan kelembutannya jangan pernah berpikir bahwa engkau tidak menyakiti hatinya. Ia akan terus memaafkanmu namun pada masanya engkau yang tidak akan bisa memaafkan dirimu sendiri. Ingatlah, setiap ucapannya "aku baik- baik saja" tersimpan nyeri yang tak pernah engkau rasa.

Denting

Adalah hening,
Dalam kubah jiwa tak bergeming.
Nada seruling bernyanyi indah
seiring suara gelang kaki bergemerincing.
Aku hanyalah tetes embun menatap beling.

Bening.
Akankah terus tak berpaling?
Sampai riwayat mengenangku menjadi dering.
Taring.
Laring.
Berbaring.
Kering.
Lalu terguling.
Liang dan Giling.
Tak ada yang bisa berpaling.

Aring!

Gelang Hati

Mata.
Pikiran.
Hati.
Gerak.
Perkenalan.

Cincin.
Jari.
Tali.
Ikat.

Akar.
Kuat.
Goda.
Hikmah.

Perjalanan.
Bukti.
Do'a.
Berusaha.

Percaya.
Yakin.
Ingat
Takdir.

Berserah diri.
Dalam suci nan abadi.
Kasih.
Manusia.

Batas.
Tepi.
Mati.
Pergi.
Tak abadi.

Berganti.
Dimensi.

Waktu adalah bukti yang tak terbantah lagi.

KAKUN (puisi sunyi)


Kata.
Kunci.

Kunci kata.
Kata kunci.

Kunci tak berkata.
Kata-kata terkunci.

Kata kunci.
Kunci kata-kata.
Kata-kata dikunci.
Terkunci kata.

Kata yang tak berkunci.
Kunci yang tak terkata.

Kunci dan kata.
Bukan kata-kata kunci
Atau pun kunci kata-kata.

Biar kata terkunci.
Biar kunci berkata.
Kata kunci. Mengunci.
Hati.

Thursday, 6 December 2012

Amerika dibangun dari emas Papua.

Freeport adalah pertambangan emas
terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah
hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport
banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri
ini, para jenderal dan juga para politisi bu*u*, yang bisa menikmati hidup dengan
bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini.

Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah
Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah "JFK, Indonesia, CIA
and Freeport".


Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam
tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan
jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut
berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.


Saat itu Fidel Castro berhasil
menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan
pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun
berkali-kali pula menemui kegagalan.


Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang
menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur
pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen
bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan
selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik
dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.


Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu
melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji
tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan
tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan
ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.



Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas
Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest
of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun
terbesar yang untuk memperolehnya tidak
perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan
tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.


Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut
ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung
tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. (Ingat kan salah satu tempat di Papua disebut TembagaPura?) Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson
memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah
kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.



Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama
dengan yang pernah dialaminya di Kuba.
Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan
Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan
pasukannya di Irian Barat.


Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan
jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan
dana segar untuk membangun kembali
negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah
dan mundur dari Irian Barat.


Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika
saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall
Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa- apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.


Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas
ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan
Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan
hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.


Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson
malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam
kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.


Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex
(patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen
labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari
tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan
Soekarno ini.

Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya.

Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian
Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini
merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.


Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara
sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling
krusial.


Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai
Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965,
Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki
pengaruh sangat besar untuk menentukan
operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh
yang merancang kudeta terhadap Soekarno,
yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang
disebutnya sebagai Our Local Army Friend.


Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48,
yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah
bersaksi jika hal itu benar adanya.

Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat
telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport,Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas
kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga
1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan
Freeport?


Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah
mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan
Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan
sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.

Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang
Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya
dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka
perusahaan asing pertama yang kontraknya
ditandatangani Suharto adalah Freeport! Inilah
kali pertama kontrak pertambangan yang baru
dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak
dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah
merugikan Indonesia.

Untuk membangun konstruksi pertambangan
emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel,
perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan
Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.

Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran
milik "Jim Bob" Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.


Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-
McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul "Grasberg" setebal 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati
urutan ketiga terbesar didunia.

Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga
terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!


Emas dan tembaga seakan tersebar di permukaan tanah, maka Freeport tinggal
memungutinya dan kemudian baru menggalinya
dengan sangat mudah. Freeport sama sekali
tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari
Grasberg-Tembagapur a sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Bukankah ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang?


Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan
meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung
emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung
tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di
zaman batu Freeport merupakan ladang uang bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang
pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri
dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika
Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus
dibereskan terlebih dahulu.


Sumber:
Tulisan2 Subhan Hassannoesi tulisan asli dalam bahasa Inggris.


Masa muda SBY

Ketika duduk di bangku kelas lima, untuk
pertama kalinya SBY kenal dan akrab
dengan nama Akademi Militer Nasional
(AMN), Magelang, Jawa Tengah. SBY
kemudian melanjutkan pendidikannya di
SMP Negeri Pacitan. Sejak kecil, SBY3

bercita-cita untuk menjadi tentara dengan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah lulus SMA akhir tahun 1968.

Namun, lantaran terlambat mendaftar, SBY tidak jadi masuk Akabri dan akhirnya dia menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS). Namun kemudian, SBY justru memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur. Sewaktu belajar di PGSLP Malang itulah, Susilo Bambang Yudhoyono mempersiapkan diri untuk masuk kembali ke Akabri. Tahun 1970, akhirnya SBY masuk Akabri di Magelang, Jawa Tengah, setelah lulus ujian penerimaan akhir di Bandung. SBY satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu,
dan Prabowo Subianto. Semasa pendidikan, SBY yang mendapat julukan
Jerapah, sangat menonjol. Terbukti, ketika dia meraih predikat lulusan terbaik Akabri 1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya.

Seusai menamatkan pendidikan militer
pertamanya, SBY kemudian masih
melanjutkan study militernya dengan pergi belajar ke beberapa universitas militer ternama. Perjalanan karier militer SBY dimulai dengan memangku jabatan sebagai Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) tahun 1974-1976, membawahi langsung sekitar 30 prajurit. Kefasihan dalam berbahasa Inggris, membuatnya terpilih mengikuti pendidikan lintas udara (airborne) dan pendidikan pasukan komando (ranger) di Pusat Pendidikan Angkatan Darat Amerika Serikat, Ford Benning, Georgia, 1975. Sekembalinya ke tanah air, SBY memangku jabatan Komandan Peleton II Kompi A Batalyon Linud 305/Tengkorak (Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad) tahun 1976-1977. Beliau pun memimpin Pleton ini bertempur di Timor Timur. Sepulang dari Timor Timur, SBY menjadi Komandan Peleton Mortir 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977). Setelah itu, beliau ditempatkan sebagai Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978), Dan Kipan
Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981), dan Paban Muda Sops SUAD (1981-1982).

Selanjutnya, SBY dipercaya menjabat Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988), sebelum mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI-AD (Seskoad) di Bandung dan keluar sebagai lulusan terbaik Seskoad 1989. SBY pun
sempat menjadi Dosen Seskoad (1989-1992), dan ditempatkan di Dinas
Penerangan TNI-AD (Dispenad) dengan
tugas antara lain membuat naskah pidato KSAD Jenderal Edi Sudradjat. Ketika Edi Sudradjat menjabat Panglima ABRI, SBY ditarik ke Mabes ABRI untuk menjadi Koordinator Staf Pribadi (Korspri) Pangab Jenderal Edi Sudradjat (1993). Ada banyak sekali jabatan militer yang kemudian dijabat oleh SBY, puncaknya adalah ketika dia dipercaya bertugas ke Bosnia Herzegovina untuk menjadi perwira PBB (1995).
SBY menjabat sebagai Kepala Pengamat
Militer PBB (Chief Military Observer United Nation Protection Force) yang bertugas mengawasi genjatan senjata di bekas negara Yugoslavia berdasarkan kesepakatan Dayton, AS antara Serbia, Kroasia dan Bosnia Herzegovina. Setelah kembali dari Bosnia, beliau diangkat menjadi Kepala Staf Kodam Jaya (1996). Kemudian menjabat Pangdam II/Sriwijaya (1996-1997) sekaligus Ketua Bakorstanasda dan Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) sebelum menjabat Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI (1998-1999).

Itulah perjalanan p. SBY sebelum akhirnya terjun ke dunia politik tahun 2000. Kegigihannya dalam mengejar cita2nya patut untuk ditiru. Terus terang saya bukan fans-nya p. SBY namun disaat wibawa dan citranya menurun sebagai presiden banyak yang mengkritiknya beserta rezimnya. Apalagi maraknya kasus-kasus korupsi dengan tersangka kader-kader partai Demokrat semakin memperburuk pandangan sebagian besar rakyat terhadap beliau. Bagaimana cerita-cerita tentang Cikeas yang disebut-sebut ada hubungan dengan kasus B.O Century pun santer sekali menjadi praduga sana-sini. Setidaknya semoga kita bisa menjadi rakyat yang cerdas dalam menanggapi keadaan. Open mind, open heart and think smart, Indonesia sudah banyak orang pintar tapi yang cerdas mungkin masih perlu dipertanyakan. Cerdas saja tidak cukup tapi butuh yang kreatif, namun kreatif juga diperlukan sebuah inovatif agar kepandaian, kecerdasan dan kekreatifan tidak dimanfaatkan sebagai lahan bisnis orang lain. Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak mudah tersulut emosi!


Negara terkecil setelah Vatican..!

Sealand, Negara Ter Kecil didunia.

Pernahkah dibenak kalian bertanya, "Negara manakah yang paling kecil di dunia?" Kalau kamu menjawab Vatikan, itu kuno. Vatikan bukan lagi sebuah negara yang terkecil di dunia.
Masih ada sebuah negara yang lebih kecil dari Vatikan. Negara itu adalah Sealand.

Kepangeranan Sealand atau Principality Sealand merupakan negara terkecil di dunia saat ini. Percaya nggak percaya, negeri ini tidak berdiri diatas daratan seperti negara umumnya. Sealand berdiri diatas sebuah tower yang
ditahan oleh du beton baja di tengah laut seluas 550 meter persegi. Negara ini terletak 11 kilometer di lepas pantai Harwich, sebelah timur Inggris. Negara ini hanya dapat dicapai oleh helikopter atau kapal.

Sejarah Sealand dimulai ketika Perang Dunia II. Inggris yang khawatitr terhadap kekuatan Jerman membangun sejumlah pangkalan militer.
Benteng ini dilengkapi dengan banyak pasukan Inggris dan dilengkapi artileri yang dirancang untuk menembak jatuh pesawat dan rudal balistik Jerman. Pangkalan militer ini ditempatkan di sepanjang pantai timur Inggris
yang terletak di pinggiran wilayah perairan Inggris. Salah satu pangkalan militer itu, yang terdiri dari konstruksi beton dan besi, adalah Roughs Tower, benteng kerajaan Inggris yang
terkenal. Lokasinya di sebelah utara muara Sungai Thames. Seperti halnya pangkalan laut lainnya, Roughs Tower menggunakan jangkar
yang dilabuhkan ke dasar laut.Semula basis laut ini akan ditempatkan di dalam wilayah kedaulatan Inggris.

Namun kemudian rencana itu berubah. Pangkalan ini ditempatkan di satu
titik sekitar 7 mil laut dari pantai timur Inggris, yang artinya lebih dari dua kali jarak 3 mil laut wilayah perairan Inggris. Dengan kata lain, benteng ini berlokasi di perairan internasional Laut Utara. Setelah perang usai, Roughs Tower
beserta pangkalan lainnya mulai ditinggalkan.

Namun seorang purnawirawan Mayor Inggris bernama Paddy Roy Bates menduduki pulau buatan Roughs Tower dan tinggal di sana bersama keluarganya pada 2 September 1967.
Setelah pembicaraan intensif dengan para pengacara ulung Inggris, Roy Bates
memproklamirkan pulau itu sebagai negara miliknya. Pria itu menobatkan dirinya dengan gelar pangeran dan istrinya digelari putri. Roy pun resmi mendirikan Kerajaan Sealand. Roy
Bates kemudian dikenal sebagai Roy of Sealand.

Ia memberlakukan otoritas negara di pulau itu. Sejak itu keluarga kerajaan dan orang-orang lainnya yang telah menyatakan kesetiaannya pada kepangeranan Sealand mendiami pulau
itu.

Pada akhir 1968, Angkatan Laut Inggris
menyadari jika salah satu pangkalannya diambil alih oleh seorang purnawirawan mayor. Maka agar tidak terjadi keributan, beberapa unit AL Inggris berangkat ke wilayah yang di klaim Roy
Bates sebagai negara miliknya. Roy yang merasa terancam terhadap kedaulatan negaranya segera melakukan tindakan pertahanan. Karena ia adalah mantan anggota tentara Inggris serta negara yang didudukinya merupakan bekas
pangkalan militer, tak heran Roy mempunyai senjata sebagai alat pertahanan negaranya.

Maka ia pun menembaki kapal Inggris tersebut agar menjauh. Namun karena Roy masih memiliki kewarganegaraan Inggris, ia itangkap dan kemudian dimasukkan ke pengadilan atas
tuduhan kejahatan berat. Namun justru dari sinilah sumber keberhasilan spektaluler atas klaim kedaulatan Sealand. Dalam putusannya pada 25 November 1968, Pengadilan Chelmsfort/Essex menyatakan pihaknya tidak
berkompeten menangani kasus Roy karena tidak memiliki yurisdiksi di luar wilayah nasional Inggris. Ini merupakan pengakuan de facto pertama atas kepangeranan Sealand. Hukum
Inggris telah memutuskan Sealand bukan bagian dari kerajaan Inggris, serta belum ada negara lain yang mengklaimnya. Karena itulah, deklarasi
Pangeran Roy atas kepangeranan Sealand dinyatakan sah. Namun meskipun demikian, menurut sejumlah dokumen rahasia yang baru terungkap, Inggris masih terus memburu Sealand, kalau perlu dengan jalan kekerasan.

Namun rencana itu batal karena Inggris tidak ingin membuat keributan dan kehebohan publik. Untuk menyempurnakan kelengkapan
negaranya, Roy Bates mulai menyusun konstitusi yang disahkan pada 25 September 1975. Selain itu ia juga membuat lambang, bendera, lagu
kebangsaan, perangko, serta mata uang Sealand yaitu Dolar Sealand yang setara dengan nilai Dolas AS. Bahkan akhirnya ada paspor kepangeranan Sealand dan paspor diplomatik Sealand yang berbasis aturan paspor internasional. Sebagai sebuah negara, Sealand
pun pernah menghadapi saat-saat genting.

Pada Agustus 1978, sejumlah warga Belanda datang ke Sealand atas suruhan seorang pengusaha Jerman. Mereka datang untuk membicarakan urusan bisnis dengan Sealand. Namun saat Pangeran Roy sedang berada di
Inggris, pria-pria asing ini menculik putra Roy, Michael Bates dan merebut Sealand dengan cara kekerasan. Tak lama kemudian, Roy merebut
kembali pulau itu dengan bantuan sekelompok anak buahnya. Para penyerang itu kemudian ditahan Roy sebagai tawanan perang. Selama
penahanan itu, pemerintah Belanda dan Jerman mengajukan petisi untuk kebebasan mereka.

Awalnya mereka meminta pemerintah Inggris untuk mengintervensi masalah tersebut. Namun pemerintah Inggris menolaknya dengan alasan adanya putusan pengadilan sebelumnya bahwa
Inggris tidak berhak atas wilayah Sealand. Akhirnya, sebagai bentuk pengakuan de facto atas kedaulatan Sealand, pemerintah Jerman
mengirimkan seorang diplomat langsung ke Sealand untuk bernegosiasi mengenai pembebasan warganya. Roy akhirnya membebaskan tawanannya. Roy bersyukur karena insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Pada tahun 1987, negara-negara yang memiliki perairan laut boleh menambah luas wilayah lautnya sejauh 12 mil dari bibir pantai. Roy pun kemudian memperluas wilayah Sealand sesuai
aturan tersebut. Namun setelah 30 tahun lebih, kesehatan sang kepala negara, Pangeran Roy
terus memburuk seiring bertambahnya usianya. Sealand yang tidak memiliki satupun rumah sakit membuat Pangeran Roy harus terbang ke
Inggris untuk dirawat. Ia menggunakan paspor Inggris akrena negaranya belum diakui secara resmi atau de jure oleh negara manapun. Kekuasaan Roy sebagai kepala negara i diserahkan kepada anaknya, Michael Bates.
Michael Bates kemudian resmi menjadi
Pangeran Michael of Sealand yang memiliki kekuasaan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. James, anak dari Michael kemudian dinobatkan menjadi Pangeran James.

Belakangan Michael berencana menjual Sealand kepada orang lain, tidak termasuk aset negara. Pangeran Michael akan menjanjikan pajak yang
ringan dan pemandangan yang sangat indah dari Sealand. Sejumlah pengusaha real estate yang tertarik terhadap Sealand menginginkan sebuah
otonomi nantinya bagi mereka. Kamu tertarik juga untuk membeli Sealand? Boleh saja asal kamu mau membayar dengan nilai lebih dari delapan digit angka.

Diambil dari berbagai sumber.