Searching

Friday, 30 August 2013

Sila sindenan Markonah

Pancasila.
Rumusan agung dasar negara,
Berubah sudah jadi moto para keparat mencari laba.

Keuangan Yang Maha Esa,
Korupsi yang adil dan lupakan kemanusiaan beradab,
Persatuan penjahat negara saling menjaga.
Kerakyatan yang dipolitisir oleh nikmat mencari selamat,
kebijaksanaan dalam usaha memiskinkan bangsa.
Keadilan bagi seluruh anggota dewan dan parlemen dalam menikmati hasil bersama.

Setan, apa pantas aku samakan dengan mereka.
Setan dan iblis pun tetap konsisten dengan ikrar kesetanan dan keiblisannya.
Lalu, ikrar manalagi yang mereka ingat saat menjadi wakil mengatur negeri?
Sumpah serapah jabatan dan kitab suci?
Ah, itu hanya simbolitas upacara pelantikan.Atau, janji-janji saat kampanye?

Itu juga cuma rayuan.
Presidenku mendua,
Negara entah berada pada urutan ke berapa.Partainya lebih penting,
Eksistensinya lebih narsis,
Perihatinnya seujung langit.

Hakim-hakim tipikor tidak lagi ingat sila-sila Pancasila.
Atau pun terlalu sibuk mengingat nominal suap yang harus dijual-belikan.
Terdakwa mengajukan banding,
Saksi berbalik kena tuding.

Pengacara berteriak dan tertawa sumbing
“Orderan lancar, cing.”
Ah, dikiranya aku terlalu lancang nantinya.

Sudahlah, ini ocehan Markonah yang mungkin sakit jiwa.
Bentuk lara dan kecewanya sebagai warga.Siapa peduli siapa sekarang?
Markonah hanya buruh sinden yang tidak diperhitungkan.
Bahkan mungkin nyawa hilang tak disemayamkan.
Tapi, Markonah telah ikrar.
Dia tetap Markonah yang melawan kebejatan.
Markonah tetap nyinden,
Tak peduli presiden bikin insiden.

Pancasila, Sila sindenan MarkonahAyda IdaaBraemar Hill, 6 March 2013Foto: conworld.wikia

Monday, 19 August 2013

Fenomena Dibalik “Masuk Angin“. Ada apa gerangan?

Hayo istilah yang tepat itu “Masuk angin“ atau “Angin masuk “ hehehe...
Saya akan membahas perihal satu istilah ini yang kerap sekali mengganggu kita dalam beraktivitas. Tepatnya karena sejak kemarin bahkan beberapa bulan lalu teman saya Si Reztoe Bumi ini bertanya terus soal masuk angin yang saya anggap sekedar candaan, eh ternyata sampai pagi tadi ditagih juga. Baiklah siapkan sabuk pengaman kita bahasa satu per satu.
A. Apa itu masuk angin?
Anda pasti bertanya-tanya kenapa sich kita bisa mengalami masuk angin. Tapi sebelum kita jauh membahas itu lebih dalam kita sebaiknya mengenali dulu “Masuk angin itu apa“.
Masuk angin?
Sebenarnya, angin tidak benar-benar masuk ke dalam tubuh. Yang benar adalah, tiupan angin menyebabkan suhu tubuh menurun. Lalu, muncul gejala seperti pusing, meriang, pegal-pegal, perut kembung, batuk-pilek dan demam. Di dunia kedokteran, istilah masuk angin adalah bagian dari gejala flu, khususnya yang sering terjadi pada pergantian musim (pancaroba). Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Common Cold.
The common cold (also known as nasopharyngitis, rhinopharyngitis, acute coryza, or a cold) is a viralinfectious disease of the upper respiratory tractwhich primarily affects the nose. Symptoms include coughing, sore throat, runny nose, sneezing, and fever which usually resolve in seven to ten days, with some symptoms lasting up to three weeks. Well over 200 viruses are implicated in the cause of the common cold; the rhinoviruses are the most common.
This picture about a representation of the molecular surface of one variant of human rhinovirus (representasi permukaan molekul salah satu varian rhinovirus).
(Weiitzzzzz.... Kalau kata teman saya “Ga british ga keren“ Hehhee... But It doesn't only about keren atau ga keren ya. Tetapi karena memang dalam istilah kedokteran masuk angin itu belum terdefinisikan, selain itu tidak ada salahnya kita juga sesekali mencuri pengetahuan dunia barat. Selama kita tidak terjebak dalam sekulerisme ya tidak apa-apa. Nah.. Loh jadi ngelantur. Menurut dunia kedokteran istilah masuk angin ialah tidak enak badan atau gejala flu. Tidak termasuk golongan flu burung kok)
Kembali menuju waras.
B. Bagaimana kita bisa masuk angin?
Proses terjadinya masuk angin, berbeda dengan pengaruh hawa dingin yang mengenai seluruh tubuh, baik bagian belakang maupun depan. Ini karena, saat suhu udara turun, temperatur tubuh ikut turun. Sementara pada masuk angin, paparan angin umumnya hanya mengenai salah satu sisi badan, sehingga bagian itu saja yang turun suhunya. Misalnya pada perut sehingga kita merasakan mual dan kembung.
Masuk angin akut lebih mudah dikenali, karena biasanya berujung pada gejala flu seperti bersin-bersin dan pilek. Bila masuk angin berlangsung terus menerus, bisa menimbulkan rasa sakit kronis. Hal yang paling sering saya rasakan secara pribadi ialah nyeri leher dan pundak, gara-gara AC.  Masuk angin juga bisa menyebabkan perut kembung, karena dibagian tubuh terdapat titik-titik saraf yang berhubungan dengan organ bagian dalam. Jika titik-titik itu kena rangsangan, organ dalam ikut kena. Titik-titik ditubuh itu seperti dapat kita lihat dalam gambar dibawah ini.

(Lebih lanjut nanti akan saya bahas juga mengenai angin duduk. Hehehee.... Anginnya punya lantat ya kok bisa duduk? Wuuushh.... Ngawur)
C. Sebenarnya apa yang menyebabkan masuk angin itu terjadi?
Ada beberapa penyebab kenapa kita menderita gejala masuk angin ini. Diantaranya adalah cuaca dan masuknya udara ke dalam tubuh.
Cuaca yang dingin dapat menimbulkan mekanisme “vasoconstricion“ dimana terjadi penyempitan pembuluh darah kita. Akibatnya mekanisme untuk menghambat pengeluaran kalori berlebihan dari tubuh, sehingga tidak terjadi Hipotermi. Nah, Vasokonstriksi (penyempitan) pembuluh darah ini dapat mengakibatkan peredaran darah di tubuh kita kurang lancar, sehingga hasil metabolisme, dan asam laktat terakumulasi pada otot-otot kita. Akibatnya pegal-pegal dan seluruh tubuh kita tidak enak.
Penyebab lain adalah masuknya udara dan tertelan melalui rongga mulut atau istilah kedokterannya “aerophagi“. Gejala umum yang ditimbulkan adalah perut kembung akibat akumulasi gas dan udara yang masuk terkumpul secara berlebihan di organ lambung. Penderita akan mengalami dyspepsia, yaitu nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada yang mengakibatkan perut terasa penuh, sakit bahkan terasa terbakar. Bisa juga disebabkan oleh kebiasaan merokok. Misalnya saat kita mengendarai motor atau menaiki rolling coster dengan mulut terbuka. Bahkan jika terlalu parah bisa muntah-muntah.
(Tapi yang muntah ga selalu karena kembung loh. Bisa-bisa ibu hamil ikut salah sangka nanti. #Eh).
Banyak yang percaya bahwa masuk angin dapat diatasi dengan kerokan. Benarkah?
(Seumur-umur saya ga pernah namanya kerokan kalau pijet cuma bisa dihitung tangan itu pun sudah bikin kapok sampai sekarang ga mau namanya pijet) .
Well kita bahas kerokan disini.
D. Kerokan?
Coba perhatikan gambar bekas kerokan dibawah ini! Bagi saya ini mirip orang di cambukin atau cakaran macam hehehee....
Banyak orang sangat percaya pada khasiat kerokan hingga baru akan merasa sembuh jika telah dikerok. Konon, warna merah yang timbul pada kulit setelah kerokan adalah pertanda kalau Anda memang masuk angin. Makin pekat warnanya, pertanda makin banyak pula angin yang berdiam di tubuh kita.
(Weiiiittss... Entah mitos ini berkembangnya darimana).
Padahal, itu pertanda bahwa pembuluh darah halus (kapiler) di permukaan kulit pecah hingga terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok. Dengan kerokan itu banyak orang yang masuk angin merasa lebih baik. Sebab dengan kerokan dan pijat, otot menjadi lemas dan pembuluh darah halus di dalamnya melebar sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi yang tersedia untuk jaringan otot. Selain itu, toksin yang menyebabkan pegal dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan. Nah...loh.
Kita bahas kerokan lebih panjang sedikit.
Kerokan tak hanya populer di Indonesia. Vietnam menyebut kerokan sebagai cao giodi, Kamboja menjulukinya gah kyol,sementara di China dikenal dengan sebutangua sua. Bedanya, orang China memakai batu giok sebagai alat pengerok, bukan kepingan uang logam. Biasanya kerokan menggunakan berbagai pilihan minyak dan balsem, yang sering saya lihat masyarakat menggunakan minyak kayu putih.
Kerokan pada dasarnya mirip prinsip pemanasan dengan menggunakan moxa yang sering dipakai saat jarum akupunktur ditusukkan pada tubuh untuk mengatasi masuk angin. Prinsip ini juga tidak jauh berbeda dengan model terapi kop yang biasanya menggunakan alat seperti tanduk, gelas, karet, tabung bambu dan lain-lain.
Berbahayakah kerokan?
Kerokan merupakan salah satu usaha untuk menyeimbangkan suhu tubuh. Guna menjelaskan pola keseimbangan itu, ada konsep dasar pengobatan Cina yang membagi tubuh jadi bagian tubuh panas (disebut “yang“) dan bagian tubuh dingin (“yin“).
Bagian yang meliputi kepala serta tubuh bagian belakang. Sementara yin terdapat pada tubuh bagian depan. Menurut konsep “yin yang“, orang terbilang sehat bila “yin“ dan “yang“-nya dalam keadaan seimbang.
Kalau tidak seimbang, akibatnya ya sakit. “Yang“ terlalu tinggi, “yin“ rendah, ya sakit juga.
Dalam hal masuk angin, penurunan suhu tubuh menyebabkan pembuluh darah di kulit tubuh bagian belakang mengalami penyempitan (konstriksi). Pembuluh darah kulit yang mengalami konstriksi memberi reaksi dingin. Konstriksi itu merupakan efek kompensasi. Saat suhu tubuh bagian belakang menurun, otomatis pembuluh darah kulit berkonstriksi agar seluruh tubuh tidak dingin.
Konstriksi itu bisa mengakibatkan oksigenasi pada permukaan tubuh (terutama bagian belakang) jadi turun atau berkurang, sekujur badan terasa sakit. Selanjutnya, muncul gejala bersin. Nah, tindakan kerokan bisa mengubah suhu tubuh jadi seimbang kembali. Nah loh, jadi konsep dasarnya itu kerokan adalah usaha menyeimbangkan suhu tubuh bukan “mengeluarkan angin“ seperti mitos yang tersebar sejauh ini di masyarakat.
Sampai saat ini belum ditemukan efek samping kerokan. Yang jelas, cara ini bisa menimbulkan ketagihan. Kalau jaringan kulit dikerok, akan timbul reaksi jaringan. Bisa reaksi lokal, atau yang bersifat neural (saraf). Reaksi lokal terlihat langsung, misalnya warna merahnya kulit. Kerokan dengan intensitas kuat dan frekuensi rendah mengenai titik-titik saraf yang berhubungan dengan otak sehingga organ ini menyekresikan hormon endomorfin (B-endorfin, dinorfin, dan enkepalin). B-endorfin menimbulkan rasa nyaman karena ia berfungsi mengendalikan rasa nyeri. Adanya zat-zat itu dalam darah menyebabkan penderita merasa lebih bugar. B-endorfin juga merangsang organ viscera, terutama paru-paru dan jantung, sehingga penderita bisa bernapas lebih lega, serta peredaran darahnya jadi lebih baik.
Penyebab ketagihan pada kerokan adalah zat morfin (endorfin). Padahal, tujuan tubuh mengeluarkan zat morfin hanya untuk reaksi lokal. Karena kebiasaan, penderita pun jadi ketagihan. Nah, masih ingin bertahan dengan cara tradisional ini? Kalau begitu, kerok saja.
Namun untuk ibu-ibu hamil tidak disarankan untuk kerokan. Selain bisa menyebabkan kontraksi dini juga bisa memicu bayi lahir prematur. Jika ada kesempatan akan dibahas di artikel lainnya secara lebih detail.
(Selama kerokan tidak dimasukan ke dalam pasal tindak penganiayaan tidak perlu anda kwatirkan. Hehehee...)
Yang perlu diwaspadai adalah masuk angin yang disertai keringat besar, rasa nyeri atau rasa berat di dada, yang biasa disebut sebagai angin duduk. Kondisi ini bukan sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan sindrom serangan jantung koroner akut, yang bisa menimbulkan kematian dalam 15-30 menit sejak serangan pertama. Karena itu, jika tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun.
E. Apa yang harus dilakukan?
Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menindaklanjuti dan mencegah masuk angin. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Minum obat-obatan; jika anda mengalami gejala maag dapat meminum obat anti asam lambung. Bila ada gejala demam dapat minum obat paracetamol. Sedangkan bila ada gejala ketegangan otot bisa meminum obat relaksasi otot seperti myonal.
2. Minum jamu ; jamu atau obat “warung“ yang mirip iklan berbunyi weee..eweess..eweess...bablas angine hanya berfungsi mengeluarkan udara dalam saluran pencernaan (jadi sering buang gas), dan menghangatkan badan karena banyak mengandung jahe, dll. Tapi, kalo jamu-jamu buat pegel-pegel..lebih baik jangan..karena banyak yang mengandung Steroid dan Obat penghilang sakit non steroid (NSAID), yang dapat mengakibatkan banyak komplikasi lain, seperti: Sakit lambung, bahkan sampai lambungnya jebol (bocor)..Hati-hati mengkonsumsinya, jangan keseingan.
3. Jaga makanan dengan asupan nutrisi seimbang. Kurangi konsumsi makanan berlemak, perbanyak konsumsi buah dan sayuran serta kurangi makanan yang mengandung banyak gas seperti kol dan sawi.
4. Lakukan olahraga yang melibatkan aktifitas fisik minimal 3 kali seminggu dengan durasi minimal 30 menit setiap sesi.
5. Istirahat yang cukup; lakukan istirahat tidur selama 6-8 jam sehari.
6. Dan yang penting sesuaikan pakaian yang anda kenakan dengan suhu lingkungan di luar tubuh. Hindari kontak langsung udara luar dengan kulit. Terlebih bila suhu sedang dingin.
7. Untuk anda yang mengendarai sepeda motor, jagalah pusar anda. Bila melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan bermotor tempelkan koyo dipusar anda. Fungsinya bukan untuk menghalau angin, tetapi agar pusar kita tidak dingin, ini ada kaitannya dengan meningkatnya asam lambung kita.
8. Minumlah minuman yang hangat sebelum dan sesudah makan, jangan biasakan minum air es. Ini juga bisa meningkatkan asam lambung dan lama-lama bisa jadi maag, perlu dicatat bahwa penyakit maag bukan hanya disebabkan karena sering telat makan tetapi juga bisa karena faktor ini.
9. Puasa, inilah misteri kehebatan puasa. Jika kita sering berpuasa maka asam lambung kita tetap terjaga. Artinya lambung kita jarang bekerja sehingga asam lambung yang dikeluarkan untuk memproses makanan juga jarang dikeluarkan berlebihan. Tapi ingat, kalo buka puasa jangan terlalu kenyang karena itu sama saja. dan jangan biasakan buka puasa minum yang terlalu dingin.
10. Melakukan Terapi BEKAM. Terapi bekam merupakan sebuah terapi yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW. Terapi ini bertujuan untuk :
1.Mengeluarkan Darah Kotor dan toksin
2.Meningkatkan Antibodi tubuh
3.Memperbaiki jaringan organ tubuh
Sekiranya inilah yang dapat saya bahas mengenai Masuk Angin dan kroni-kroninya. Semoga bisa sedikit menambah kelengkapan informasi yang anda butuhkan.
*Diintisarikan dari berbagai sumber.

Tuesday, 16 July 2013

Dalam Sujud Memelukmu



Jika rasaku dan rasamu itu menyatu, kita akan bertemu pada sujud sepertiga malamku.

Jika tarikku adalah hembus nafasmu, kita akan bertatap pada sujud subuh menyemput.

Jika langkahku senada gerak kakimu yakinlah dhuha esok pagi menyenandungkan tapakmu.

Jika gemulaiku seraya ayun jarimu, pada dhuhur ku titipkan salamku.

Jika lelahku dan lelahmu itu tertuju, damai ashar meniadakannya dalam semburat syahdu.

Jika senjaku jua senjamu saling berharap maka satulah jalan yang kita tuju, Maghrib untukNya.

Bilakah penyerahanku dan penyerahanmu itu saling terpaut, pada Isya' kita terdiam meminangNya.

Jikalaulah masih tersemat kira yang meragu, bisalah jadi hanya tahajudlah yang akan menenangkan pengharapanmu.
Pun sedemikian bagiku.






Dalam Sujud Memelukmu
BraemarHill, 16 July 2013
01.15 am
Ay

Monday, 15 July 2013

Pengaruh Pragmatisme terhadap Kaum Intelektual

Ada sebuah pernyataan, “Pragmatisme yang lahir setelah epistemologi sekuler memvonis bawa tak ada cara menemukan kebenaran yang sungguh-sungguh dapat diandalkan oleh manusia. Tak ada kebenaran yang bernilai mutlak. Semua kebenaran itu relatif termasuk agama, tidak hanya satu tetapi banyak, tergantung dari sudut mana memandang. Kebenaran agama juga tidak bernilai mutlak, karena kemutlakan hanya ada disisiNya. Setiap kebenaran termasuk kebenaran wahyu tak kebal kritik semua masih bisa dipertanyakan kebenarannya.“

Mari menanggapinya dengan kepala yang jernih dan hati yang tidak menyombong lebih dulu. Pernyataan seperti diatas sering mempengaruhi dasar-dasar pemikiran sebagian kaum yang mengaku sebagai generasi intelektual. Jika tidak arif menyikapinya kita bisa dengan sia-sia jatuh sebagai korban cacat pemikiran.

Mari sekilas kembali menelaah secara jeli bahwa, relativisme epistemonologis diorbitkan melalui sebuah argumen yang menumpang pada teori relativitas alam dan sifat kejamakan ilmu ukur. Relativisme epistemonologis dapat dengan mudah melemahkan keimanan. Bukti yang kuat ialah banyaknya orang percaya kepada Tuhan tetapi tidak kepada agama. Agama hanya dianggap sebagai kumpulan ritual untuk menenangkan jiwa yang kalut dalam dosa. Serta hanya mengharapkan Tuhan sebagai tempat memohon ampunan. Agama hanya dipandang secara pragmatisme. Tanpa isi tanpa esensi.

Coba kita pahami lebih lanjut apa itu pragmatisme. Kaum pragmatis menganggap bahwa manfaatlah yang lebih tepat dijadikan sebagai ukuran kebenaran. Dengan mengutamakan bahwa sebuah kebanaran harus mempunyai manfaat praktis dalam kehidupan manusia. Lalu bolehkah saya bertanya, menurut kacamata siapakah manfaat itu bisa dikatakan memberi nilai praktis? Tentu setiap orang tidak mempunyai pandangan yang sama. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran pernyataan diatas bahwa kebenaran itu relatif. Maka jika kebenaran ialah relatif apakah masih bisa disebut sebuah kebenaran? Bisakah dijadikan sebagai tolak ukur berkehidupan? TIDAK.

Apakah tidak ada kaum pragmatis yang mempercayai kebenaran agama? Ada. Tetapi dalam prakteknya mereka hanya sebatas mempercayai dan mengambil secuil saja yang menurutnya bermanfaat dan yang tidak (menurutnya) akan diabaikan. Dimanfaatkan hanya sebatas kedudukan fungsional agama meskipun mereka mengakui bahwa agama mempunyai pengaruh yang baik dalam jiwa individunya. Inilah yang lebih disebut beragama tapi cuma sampai pada kulitnya.

Relativisme beserta anak buahnya seperti pragmatisme, solipsisme, perspektisme, skeptisme, inderterminisme dan seterusnya hanya dapat dibenarkan jika terletak pada tempatnya. Sayangnya, banyak pihak menggeneralisasi relativisme ini sehingga mencakup kebenaran lain yang “pasti benar“ menurut otak waras. Menyusup didalamnya. Maka jika kita tidak teliti akan sangat gampang dipengaruhi bahkan sadisnya dikibuli.

Menurut penganut epistemonologi sekuler, antara sains dan agama tidak dapat dikonfrontasi. Masing-masing harus berdiri pada wilayahnya. Agamawan berkutik pada teoritas agama dan ilmuwan pada bidang sains. Keduanya tidak boleh mengintervensi. Harus tahu batasannya.

Fine, bagi penganut epistemonologi sekuler mungkin hal ini benar. Tetapi mari kita coba berpikir selangkah didepan. Ilmu pengetahuan dan Sains seharusnya tidak pernah dilepaskan dari pengaruh terhadap keTuhanan. Mari kembali kepada Sang Maha Tahu. Sains seharusnya beremanasi dari segi keimanan/keTuhanan. Menyingkirkan Tuhan dari wawasan berpikir merupakan kesalahan paling besar, hal ini hanya akan menghasilkan sains yang rabun. Ibarat orang rabun jalannya lambat dan sering kesasar. Begitu juga dengan sains yang rabun. Bukanlah hal ini justru memposisikan diri sebagai makhluk paling pintar? Sepintar-pintarnya manusia ialah dia yang paling tahu letak kekurangannya maka dari sanalah ia belajar. Belajar dan belajar. Berproses untuk sesuatu yang lebih baik. Maka nyatalah ia tahu dari segala yabg diketahuinya ternyata ia belumlah tahu, sebab DIA-lah sang pemilik segala Pengetahuan tak terkecuali pengetahuannya sendiri.

Saturday, 13 July 2013

Bukan Hanya Sebatas

Apa itu cinta?
Manusia masih terus mencari apa itu cinta. Mereka berusaha menerjemahkannya dalam berbagai kalimat. Ada yang pernah bilang bahwa, “Cinta adalah pengorbanan“. Bagaimana bisa dikatakan demikian? Jika ketika aku merasa berkorban berarti cinta di dalam diriku telah pudar. Ia terkalahkan oleh perasaan merasa telah berkorban. Lalu apakah cinta tidak butuh pengorbanan? Tidak.

Ketika cinta telah diracuni perasaan berkorban maka yang ada ialah kalkulasi. Menghitung dan menghitung apa yang telah dikorbankan. Sebanyak apa. Apa saja. Semuanya dihitung dengan barometernya. Maka yang demikian ialah matematika. Hitungan. Sedang dalam cinta tidak ada yang namanya perasaan merasa berkorban.

“Semua telah aku berikan tapi apa yang kamu lakukan kepadaku? Kau tidak tahu betapa aku mencintaimu?“  Pernah mendengar kekasih kalian berkata demikian? Maka kandaslah cintanya. Ini bukan lagi cinta, sebab cinta tidak akan menyebut pengorbanannya. Lha wong pengorbanannya itu tidak seberapa dibanding cintanya, jika ia benar-benar cinta.

Keindahan dalam cinta itu ialah mencintai. Apapun dan siapa pun. Bahkan tidak mengharap sesuatu/sesiapa itu berbalik mencintainya. Mencintai bagi sang pencinta ialah keindahan dalam percintaan. Ia tak harus bersambut tangan, ia tak harus dikatakan, tak harus disampaikan. Tunggu-tunggu. Bagaimana bisa aku katakan tak harus disampaikan? Ya harus dong, harus disampaikan. Tetapi sampaikanlah dengan cara pecinta mencintai cinta.

@melonov: Hayah.. Mbulet Ay. Apa maksudnya ini?

Begini-begini. Dalam sebuah chat intern dengan salah satu teman amburadulku aku pernah membahasnya. Tepatnya aku selalu lupa kapan terakhir chat dengannya, Melonov.
Seapes-apesnya seorang pecinta ialah ia yang tak berani mengungkapkan cintanya. Sudah masuk dalam katagori Nelongso Akut . Konon katanya lebih mirip pecundang. Tetapi ya tidak perlu harus mengungkapkannya secara ekstrim. Bisa melalui gerakan bahasa tubuh, melalui bahasa mata ataupun bahasa bibir. Tetapi bukan aku menyuruh kalian melirik sampai belekan . Bisa jadi itu lebih norak. Ada banyak pecinta yang mati penasaran, hanya karena tidak berani menunjukkan bahwa ia mencintai seseorang. Mengenaskan.

Okey, kembali kepada bahasan mengenai apa itu cinta?

Sepertinya ketiak-ketiak cemara pun ikut menerjemahkan bahwa cinta itu seperti desir-desir angin yang menghembusnya. Lalu apakah semilir juga cinta?

Cinta tak terjemah. Tidak oleh tata bahasa dan gerakan. Tidak terjemah sekalipun. Cinta ialah sesuatu yang sakral. Antara kau dan kekasihmu. Antara kau dan keluargamu. Antara kau dan teman-temanmu. Antara kau dan musuhmu. Dan yang terpenting ialah antara kau dan DIA. DIA DIA dan DIA. Walau bisa jadi memang antara kau dan aku. Aku? Iya. Kau dan aku pun tertaut karena cinta. Entah siapa pun engkau terpaut dengan padanganku ataupun tidak. Tetapi jika kau membaca ini, tertautnya itu karena cinta. Cinta sebagai sesama manusia.

Ini tentang sebuah. Bukan hanya sebuah. Meski mungkin telah terlewatkan ribuan mil jaraknya. Tak tertuju sinar mata. Tidak terjumpa badannya. Jumpa?

Jika bagimu pertemuan ialah tubuh bertemu tubuh maka sesungguhnya tidak bisa dikatakan bertemu. Bagaimana kau yakin bertemu? Mungkin tubuh bisa kau peluk tapi hati entah hinggap dimana. Maka pertemuan itu tak mesti tubuh bertemu tubuh. Mata menatap mata. Tanpa bertatap mata pun aku tetap selalu bertemu denganmu. Kenapa tertawa? Kau tak percaya? Bagaimana aku bisa berlari jauh jika setiap pandanganku adalah dirimu. Maka engkau menjelma disetiap sudut ruanganku.

Kadang bertemu tak jua selalu itu. Bisa jadi bertemu ialah hati yang sama-sama mengirimkan lantunan al-fatihah. Bertemu dalam kediaman do'a. Maka menurutku pertemuan yang paling indah ialah ketika kita saling bertemu dalam sentuhan dahi kepada tanah. Sujud. Bertemu dengan saling mengirimkan do'a yang terbaiknya.

Terkadang manusia sering dibuat bingung dengan cinta. Bingung? Itu karena kamu tidak mengenalinya. Bagaimana bisa kenal jika terhadap cintaNya saja kamu acuh? Mengenal cinta dan mengendalikan rasa cinta itu sendiri ialah dengan mengenali cintaNya. Iya, cintaNya. Bukankah DIA Maha Pecinta?

@Rey: Aku bingung mbak sma perempuan. Kadang dia baik, kdang bawel dan marah2 ga jelas.

Heeheheheehee.... Saya saja yang perempuan kadang bingung. Kenapa bisa begitu. Tiba-tiba sedih secara gak jelas dan marah-marah gak jelas. Apakah mungkin ini sydrome baby blues? Hushh.... Itu kan khusus emak-emak habis melahirkan.

Jangan terburu-buru menyimpulkan kecurigaanmu. Bisa jadi kemarahan ialah cinta yang menyamar. Seperti cemburu ialah rindu yang menyusup. Biarkan saja perempuan marah-marah. Cukup dengarkan jangan ditanggapi sedikitpun. Yach, walaupun kalau tidak ditanggapi justru lebih parah. Biarkan dulu dia olahraga beberapa jam. Nanti kalau sudah reda baru tanya, “capek gak marah-marah?“ kasih air minum. Hehehee..... Bercanda ya. Tetapi memang jurus yang tepat ialah cukup didengarkan. Perempuan ngomel itu cuma minta didengarkan tidak dijawab. Kalau toh dia sudah capek pasti akan menyadari betapa dirinya sungguh-sungguh memang terlalu.

Cinta tak terlepas daripada rindu. Lalu jika kamu merasa mencintai seseorang apakah selalu dibarengi rindu? Rindu dengan sesuatu yang bahkan kamu tidak tahu itu. Bahkan terkadang kemarahannya pun kau rindukan.

Tetapi apakah kau juga merasa rindu padaNya? Paling tidak rindu pada jawaban atas do'a-do'amu. Jika manusia merasa rindu maka ia akan mencari jalan mendekatiNya. Agar tidak ada lagi jarak antara hatimu dan DIA. Sebab kau tak mau menciptakan ruang rindu yang menyekat. Kau ingin selalu menghadirkanNYA hanya karena rasa cintamu kepadaNYA. Bukan ketakutan. Yach, kita tidak perlu takut. Tetapi yang perlu kita tumbuhkan ialah rasa cinta kita terhadapNya bukan rasa ketakutan yang mendalam.



Seperti begitu pun padamu, kekasih
Bagaimana rindu akan datang kepadaku?
Jika setiap detak ialah namamu.
Bagaiamana kau berani merasa sendiri, kekasih?
Jika dalam setiap sujud aku memelukmu,
Memeluk hatimu,
Memeluk ruhmu,
Memeluk nafsmu,
Memeluk  serangkaian dirimu diluar tubuhmu,
Dalam alifku
Memelukmu dengan cintaku terhadap CintaNya lebih dulu.
Kau rasakan itu kan, kekasih.
Aku memeluk tapi bukan tubuhmu yang ku rengkuh.


Seharusnya memang tidak ada rasa takut kehilangan terhadap suatu atau sesiapa pun kan? Bagaimana yakin merasa kehilangan jika selalu tertanam di dalam hatimu? Bagaimana mungkin merasa jauh, jika jarakmu ialah hanya sebatas detak dan jantung? Semakin kau mencintaiNya maka semakin tidak terlihat ketakutan cintamu kepada makhluknya. Cintailah makhluk sebatas kemakhlukannya saja tanpa mengalahkan cintamu kepadaNya.

Tuesday, 9 July 2013

PKB buka cabang baru di Hongkong atau kampanye terselubung dibalik acara pengajian?

Well, setelah banyaknya teman-teman saya di Indonesia yang mempertanyakan kebenaran tentang dibukanya PKB Cabang Hongkong seperti yang diberitakan oleh merdeka.com ataupun metronews.com dan beberapa media lainnya maka saya mencoba mencari tahu. Benarkah PKB mendeklarasikan cabang barunya? Atau seperti opini kebanyakan masyarakat “PKB mencari dukungan dari BMI“.


Berikut adalah sepenggal paragraf yang saya ambil dari pemberitaan sebuah mass media.
Metrotvnews.com, Jakarta: Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Imam Nahrawi mendeklarasikan berdirinya PKB Cabang Hong Kong di Victoria Park.
Berdasarkan siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (8/7), menyebutkan acara deklarasi pada Minggu (7/7) dihadiri ribuan tenaga kerja Indonesia yang tergabung dalam Buruh Migran Indonesia dan Komunitas Migran Indonesia di Hong Kong.
Imam mengatakan, DPC Perwakilan PKB Hong Kong diresmikan bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-15 PKB sebagai langkah  menambah jangkauan dan kiprah PKB di luar negeri.


Apakah berita tersebut sesuai dengan kenyataan dilapangan? Tidak.
Berikut juga saya kutipkan sepenggal paragraf dari merdeka.com yang menuliskan berita senada.
Anggota Fraksi PKB DPR RI itu (red: Imam Nahrawi) juga menegaskan bahwa konsistensi perjuangan PKB terhadap hak-hak buruh migran melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang dipimpin Muhaimin Iskandar.
"Harap dicatat, PKB merupakan partai yang selama ini peduli dan konsisten memperjuangkan hak-hak tenaga kerja," katanya.
Melalui Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar maupun anggota Fraksi PKB di DPR Senayan, lanjut Imam, PKB membuat sekaligus turut mengawal berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan, kemaslahatan, serta kesejahteraan tenaga kerja Indonesia di luar negeri."Para tenaga kerja di luar negeri adalah pahlawan bangsa yang sedikit pun tidak boleh dilupakan kontribusi dan eksistensinya," tandas Imam.
Imam Nahrawi menambahkan, perjuangan PKB ke depannya akan semakin maksimal bila disertai dukungan dan doa dari seluruh tenaga kerja di Hongkong. Untuk itu, Imam berharap para tenaga kerja menggunakan hak pilihnya serta bersedia membantu secara ikhlas memenangkan PKB pada Pemilu 2014.(mdk/ded)

Apa yang sebenarnya terjadi di Victoria Park minggu 07 juli 2013 itu? 
Berikut ini adalah kutipan pemberitahuan acara pengajian dan sholawatan yang saya ambil dari DDHK.



DDHK News, Hong Kong – Memperingati miladnya yang ketiga dan menyambut Ramadhan 1434, Komunitas Migran Indonesia di Hong Kong (KOMI HK)  mengadakan Sholawat Senandung Religi dan Dzikir Akbar bersama H. Rhoma Irama, Ustadz H. Muhammad Natta, Mustafa (Debu), Jundhy Syaputra, dan Nasyid Bana. Ahad 7 Juli 2013, di lapangan Victoria Park, Causeway Bay, pukul 09.30 sampai selesai. Informasi: 92556***, 95117***. (Rima Khumaira/ddhongkong.org).*

Apakah yang sebenarnya terjadi?
Saya akan menjelaskannya perlahan. Sebenarnya acara minggu pagi di Victoria Park itu BUKANLAH MILIK PKB. Tetapi adalah perayaan HUT ke 3 KOMI Salah satu organisasi BMI di Hongkong. Pada acara tersebut telah diumumkan sebelumnya bahwa acaranya adalah  “Sholawat Senandung Religi dan Dzikir Akbar“ yang konon mengundang H. Rhoma Irama sebagai salah satunya. Tetapi pas hari H pihak panitia penyelenggara mengatakan bahwa bang haji tidak bisa datang karena ada kepentingan umroh. Loh, memangnya tidak melakukan konfirmasi jauh-jauh hari? Saya rasa rencana umroh tentu tidak beliau kerjakan secara mendadak. Pasti ada rencana, kalau memang tidak bisa hadir tentu tawaran itu akan ditolaknya. Tetapi ada beberapa kabar yang mengatakan bahwa pihak panitia penyelenggara memang tidak mengundang bang haji. Manakah yang benar? Pihak-pihak bersangkutan tentu lebih paham ketimbang saya.
Kembali kepada deklarasi PKB. Jadi begini, dalam acara tersebut yang awalnya memang bertajuk pengajian dan sholawatan lagu-lagu religi berubah menjadi acara kampanye dari PKB. Menurut keterangan teman hadir MC beberapa kali menyebut-nyebut PKB dalam sambutannya. PKB sebagai pendukung acara. Pada saat itulah banyak penonton yang kecewa bahkan mencaci panitia penyelenggara merasa dibohongi. Uang ticket tidak kembali padahal yang diharapkan sebagian besar pengunjung adalah acara pengajian dari bang haji. Jadi sangat tidak benar bahwa kedatangan perwakilan PKB itu dalam rangka pembukaan cabang barunya di Hongkong. Lah, mereka yang menonton itu beli kok ticketnya.


Ketika beberapa media gencar memberitakan mengenai pembukaan cabang baru PKB di Hongkong hal ini sempat membuat beberapa pihak kecewa. Terutama kalangan BMI yang merasa kehadiran mereka siang itu disalah manfaatkan. Pihak panitia dari KOMI sendiri pun telah meminta maaf atas ketidak hadiran Rhoma Irama. Sekali lagi ketertarikan dan antusiasme BMI bukan menyambut canbang baru PKB tetapi adalah iklan mengenai H. Rhoma Irama sebagai salah satu pengisi dakwah.
Hendaknyalah hal ini bisa diambil pelajaran oleh pihak-pihak yang lainnya jika ingin mengadakan acara serupa. Bukan tanggapan baik yang diterima oleh PKB justru sebagian besar BMI yang hadir merasa tertipu dengan acara kampanye terselubung berkedok pengajian tersebut. Banyak yang tidak suka tentunya, alih-alih mendapat dukungan ribuan (seperti yang ditulis media) justru cacian kemarahanlah yang mereka keluarkan.
Saya rasa bukanlah even yang tepat jika ingin berkampanye dan mencari dukungan. Mencari dukungan itu sah-sah saja, tetapi seharusnya datanglah dengan nama partainya bukan terselubung secara demikian. Semoga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi KOMI agar tidak mudah dimanfaatkan untuk hal-hal lainnya. Sebenarnya bukan baru kali ini partai-partai memanfaatkan organisasi BMI. Sebelumnya juga ada partai yang memanfaatkan kedekatannya dengan organisasi BMI. Tetapi yang perlu digaris bawahi adalah tidak semua organisasi bisa dimanfaatkan seperti yang terjadi kali ini kepada KOMI. Dimanfaatkan atau memang kerjasama? Hanya mereka yang tahu dan Allah Maha Mengetahuinya. Salam. (Ay)

Sunday, 7 July 2013

Pentingnya Management Waktu

Terlambat. Apapun bentuk alasannya saya lebih sering tidak toleransi dengan pelakunya mengenai sebuah keterlambatan. Apalagi bila sudah disetujui jadwalnya entah itu pertemuan penting, sekedar makan, ke dokter, apapun jenisnya yang berhububgan degan ketepatan waktu. Termasuk kalau terlambat gajian tentu saya lebih tidak toleransi. Begitu juga kalian kan?

Jika alasannya ada kepentingan bagi saya itu alasan yang sudah kadaluarsa. Sebab setiap orang tentu punya kepentingan. Keperluan dan kewajiban. Tetapi hal yang perlu digaris bawahi ialah bagaimana kita mengatur waktu agar semua kewajiban kita terlaksana tepat waktu. Matipun kalau belum tepat waktunya juga tidak jadi mati kan? Walau dicoba bunuh diri menginginkan mati lebih awal.

So, kenapa saya katakan saya tidak punya toleransi dengan kata “TERLAMBAT“?

Hal ini berhubungan dengan tingkat keseriusan kita menghargai orang lain. Artinya, kita menghargai waktu orang lain yang disediakan untuk kita. Karena bisa jadi kepentingannya tidak hanya sekedar menemui kita. Dan terlebih menikmati keterlambatan yang kita timbulkan. Ada banyak keperluan orang lain yang tidak kita tahu. Bisa jadi dengan keluarga, klien, teman-temannya bahkan yang jarang kita pikirkan adalah dia juga ingin punya waktu untuk dirinya sendiri.

Dengan datang tepat waktu dan tidak membuat menunggu artinya kita benar-benar mengagendakan pertemuan itu dengan serius. Misalnya, jika kita ada meeting dengan klien ataupun calon customer (Asuransi) hal ini sangat berpengaruh. Kenapa? Jika pada awal pertemuan saja kita tidak mampu meyakinkan dengan bentuk tanggungjawab yang sederhana (tepat waktu) bagaimana dengan tanggungjawab yang lebih besar? Jika anda terlambat sudah jangan heran jika anda diragukan.

Contoh lain yang lebih penting ialah saat rekrutment. Jadwal interview. Hal ini sangat menentukan, tentu didukung dengan intelektualitas dan kinerja anda (jika ada pengalaman kerja).  Biasanya dari sini perwakilan perusahaan dapat menyimpulkan bagaimana anda kelak jika sudah bekerja. Baru wawancara saja sudah terlambat bagaimana jika sudah kerja? Kesempatan anda diterima sudah pasti lewat.

Terlambat sekali dua kali itu wajar. Tetapi jika terjadi ketiga kali itu menunjukkan bahwa kita jenis orang yang kurang mampu bertanggungjawab. Lalu bagaimana jika sudah berusaha maksimal tetapi ada hal tidak terduga yang harus diutamakan dan akhirnya membuat kita terlambat?

Well, segera lakukan konfirmasi. Memberikan kabar kepada pihak yang bersangkutan agar tidak bertanya-tanya dan menunggu tanpa jawaban. Entah itu terlambat bayar utang, tagihan, janjian.

Sesuatu yang sangat penting menyikapi hal ini adalah bagaimana kita memanage waktu. Yach, management waktu. Bukan hanya pengaturan financial yang butuh management, bukan hanya pemasaran, tetapi management waktu jauh lebih penting. Bagaimana kita mengkodisikan diri kita sendiri sedemikian rupa. Mulai dari bangun tidur di waktu subuh menjelang tidur malam hari lagi. Memanage kapan harus bekerja, istirahat, mencari hiburan ataupun menyendiri. Harus ada management waktu yang kondusif dari diri kita sendiri. Agar tidak terlalu capek dan semua bisa dikerjakan secara maksimal dengan waktu yang singkat.

Ada yang pernah bilang bahwa “saya tidak punya waktu yang cukup“ ; “Rasanya 24 jam terlalu singkat“. Dua puluh empat jam tidak cukup itu hanya untuk orang yang sedang jatuh cinta. Apa yang sebenarnya membuat anda seolah kekurangan waktu? Yup. Buruknya anda mengolah waktu. Management waktu. Jika anda mampu mengaturnya secara baik saya yakin anda akan punya banyak waktu senggang untuk diri anda sendiri.

Oleh karena pentingnya management waktu untuk diri anda dan saya sendiri juga. Mulai sekarang aturlah waktu sebaik mungkin.

“Kesempatan bisa saja kita ciptakan dengan mencari peluang tetapi waktu yang terbuang tidak bisa kita minta gantinya dan tidak ada yang mampu menciptakan ataupun mengulang detik yang sama setiap harinya.“

Saturday, 6 July 2013

Hidup itu Lingkaran

Seperti awan-awan dilangit. Ia menggumpal dengan segala bentuknya di atas sana. Lalu harus rela tertiup angin menjadi hujan manakala ia sedang asyik memamerkan bentuknya yang indah. Awan turun menjadi air hujan, jatuh ke daratan mengalir ke sungai dan kemudian mengalir ke laut lepas. Dipanasi matahari, ia menguap. Menjadi awan yang berduyun-duyun berarak di langit kembali. Ini perjalanannya.

Awan tidak pernah berhenti, ia tidak juga hilang. Hanya berubah bentuk dan nama di tempat yang berbeda.  Awan tidak menolak ketika ia harus berubah menjadi hitam kelam diantara kilat dan petir. Awan tidak jua melawan ketika angin menjadikannya tiada. Awan menerimanya, karena ia tahu akan perannya di langit sana. Dari yang ada akan menuju tiada sampai akhirnya menjadi ada.

Segala sesuatu di alam semesta ini berhubungan. Seperti lingkaran yang tidak terputus. Tidak ada sesuatu apapun yang terjadi secara “kebetulan“. Alam memainkan peranannya dengan apik.

Setiap manusia sebenarnya bisa berkomunikasi dengan alam. Ia menghadirkannya melalui firasat. Melalui angin. Sinar matahari. Tunas bersemi. Lautan biru. Gunung nan hijau. Alam berbicara. Tapi kadang kita yang enggan mendengarnya. Apakah kau pernah sesekali berbicara kepada daun? Yach, seperti filosofi sebuah daun yang dulu sempat aku tuliskan. Untukmu. Untuk aku dan saya. Untuk kita.

Daun pun tak pernah benar-benar luruh dan menghilang dari kehidupan alam. Ia jatuh menjadi busuk. Berubah menjadi humus. Kandungan mikroba di dalamnya berperan sebagai mineral dan nutrisi pertumbuhan tumbuhan. Tumbuhan menghasilkan udara. Menghasilkan bahan makanan. Bahan tekstil. Bahan kerajinan dan lainnya. Bahkan jika kita jeli disetiap helai benang yang kita kenakan ada peran daun disana.

Hidup yang tidak seperti garis lurus. Tetapi lingkaran. Lingkaran. Adakalanya engkau pun akan bertemu dengan orang yang telah lama kalian lupakan keberadaannya. Ada waktunya kita akan menemukan bagaimana peran kita yang sebenarnya dalam lingkaran ini.

Friday, 21 June 2013

Senyum itu magnet?

Senyum ramah itu seperti sebuah magnet. Secara alami tanpa kita minta ia akan menarik orang lain untuk dekat dan ingin bersahabat. Seperti halnya medan magnet yang dibentuk dengan menggerakan muatan listrik (arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di muatan listrik yang bergerak lainnya, maka muatan listrik dari senyum ramah itu ialah ketulusan. Sikap terbuka dan memang benar-benar senyum yang dipersembahkan dari nuraninya. Bukan senyuman racun, menusuk bahkan membunuh dibelakang sambil menyuapkan sepotong roti ditangannya.

Putaran mekanika kuantum dari satu partikel membentuk medan magnet dan putaran itu dipengaruhi oleh dirinya sendiri seperti arus listrik; inilah yang menyebabkan medan magnet dari ferromagnet "permanen".  Demikian pun dengan manusia, ketertarikan seseorang terhadap dirinya lebih banyak dipengaruhi oleh sifat alamiahnya. Salah satunya ialah senyum ramah tadi. Secara tanpa sengaja siapapun yang melihat senyum ramah akan lebih merasa nyaman, tentram untuk memandang. Pengaruhnya sangat besar, seketika bisa saja membuat orang yang tidak kita kenal tiba-tiba mengulurkan tangan menawarkan sebuah pertemanan.

Sebuah medan magnet adalah medan vektor, yaitu berhubungan dengan setiap titik dalam ruang vektor yang dapat berubah menurut waktu. Pun demikian dengan sifat ramah manusia itu, ia berkembang dan bahkan berubah selaras berjalannya waktu. Bisa jadi bertambah lebih ramah dan mendamaikan atau bisa jadi uang tadinya ramah berubah menjadi berlawanan arah. Acuh dan sangat tidak bersahabat. Faktor-faktor didalam perjalanan pertemanan itulah yang mempengaruhinya. Teman baru itu datang seperti solenoida (kumparan kawat berbentuk tabung panjang dengan lilitan yang sangat rapat), kemudian waktu dan perlakuan berperan seperti aliran listrik. Jika ia datang searah (DC) ia mampu menjadikan benda-benda seperti besi menjadi magnet yang baru. Tetapi jika alirannya bolak balik (AC) justru akan menghilangkan sifat magnetik itu sendiri. Jika senyuman ramah ialah magnet maka perlakuanmu ialah aliran listriknya, mau dibawa kemana arahnya itu yang menentukan.

Sunday, 2 June 2013

Public Management in Developing Countries

There has been a transformation in the management of the public sectors of advanced countries . The traditional model of public administration, which predominated for most of the twentieth century, has changed since the mid-1980s to a flexible, market based form of public management. This is not simply a matter of reform or a minor change in management style, but a change in the role of government in society and the relationship between government and citizenery. Traditional public administration has been discredited theoretically and practically, and adoption of new forms of public management means the emergence of a new paradigm in the public sector.

This new paradigm poses a direct challenge to several of what had previously been regarded as fundamental principles of traditional public administration. The first of these was that of bureaucracy, that governments should organize them selves according to the hierarchical, bureaucratic principles moat clearly enunciated in the classic ananlysis of bureaucracy by the German sociologist Max Weber (Gerth and Mills, 1970).

So, how was public management in Developing Countries?

Even if the public management reforms are appropriate for developed countries, these is still the question as to whether managerialism is applicable in developing countries. It can't be assumed that a style of management started in the developed countries of the West would necessarily work in such a different setting. It is possible that the new public management is culturally bound in a way that restricts its utility in lesser-developed countries.

In addition, along with a bureaucratic approach to administration, most developing countries adopted the principle of a strong state sector in the economy, in many cases allied with the t then-prevailing ideas of socialism and Marxism. It was thought that the fastest way of achieving economic growth was through government ownership of enterprise, intervention in the private economy and dominance by a bureacratic technocracy. In general, this strategy failed. As World Bank argued (1997, p.2):

“In a few countries, things have indeed worked out more or less as the technocrats expected. But in many countries outcomes were very different. Governments embarked on fanciful schemes. Private investors, lacking confidence in public policies or in the steadfastness of leaders, held back. Powerful rules acted arbitrarily. Corruption became endemic. Development faltered, poverty endured.“

Government loomed large in economic activity, but didn't have the competence or standing to be successful and its larger role enchanced the power of the bureaucracy  even more than in Western countries. Govermnet became by far the mos important societal actor. This need to change.

Whether managerial principles will work in developing countries  as they have in the West is far from clear. Indeed, it is argued by same critics that new public management doesn't work in developed countries, let alone developing ones. They may be some danger in adopting new managerialist approaches yet, the traditional bureaucratic model was not a great success in developing countries either.

In addition, the seeming success of the Soviet Union and China, with their particular models of economic development, seemed to provide an alternative system for many developning countries. These also promised something different from models of the former colonial. power, itself highly state-centric by comparison to what followed after  the public sector regorms. In rhetoric, Soviet and Chinese socialism appeared to promise a path  for developing countries and with the Third World an ideological battleground during the Cold War, adviced tries chose the socialist side and gained some benefits, such as the Tazman railway constructed by the Chinese in Tanzania in the early 1970s. Tanzania tried to follow other parts of the Chinese model, although the latter was starting to make its own transition from Maoism. Superpower conflict  through Third cost of programmes to allevieate poverty, this led to the military itself becoming an important part of the bureaucracy and even the economy.

Bureaucracies were particularly important in developing countries, but at a cost to the nation. Public employement accounted for over 50% of non agricultural jobs in Africa, 36% in Asia, and 27 % in Latin America, and in 1986 the wage bill for Guinea's civil servants accounted for 50% of total current expenditure )Smith, 1996, pg 221). The bureaucracy often operated at a remove from its own society and constituded an elite with its counterparts in the West and with foreign corporations than with its own people. Although not part of the traditional model, corruption became endemic as public servants followed their own interests. Public service pay was low and it became common,as for example in Indonesia, for public servants to have additional jobs in the private sector as well as in government employ. They sancionts against corruption were weak, so it is hardly surprising that individual public servans sought to enrich themselves.

Ref:
*Public Management and Administration by Owen. E. Hughes profesor of Public Sector Management, Monash University, Australia.

*FINANCIAL MANAGEMENT, Principles and Application by Keown/Martin/Petty/Scott, JR

Sunday, 19 May 2013

Bagaimana belajar menulis dan menuangkan ide?

Pernahkah kehilangan ide saat ingin memulai menulis? Atau justru mengalami kebingungan apa yang ingin ditulis saking banyaknya ide bermunculan. Saya sendiri pun sering mengalami hal demikian. Sebenarnya ada banyak hal yang bisa kita tuliskan, mulai dari hal-hal sederhana dulu tidak perlu yang terlalu berat. Ya misalnya seperti besi, baja, beton, tronton itu kan termasuk hal berat. Hehe.. Bercanda ya.

Hal berat atau tulisan-tulisan berbobot tentu tidak bisa kita tuliskan dengan asal "njeplak". Perlu adanya klarifikasi sana sini karena memang sifatnya adalah memberitahukan kepada kalayak ramai secara ilmiah/sistematis/informatif mengenai sebuah hal. Bahkan mungkin diperlukan sebuah riset dan penelitian lebih mendalam, karena informasi yang salah akan sangat berakibat fatal. Ingat apa yang kita tulis itu semua menuntut adanya pertanggumgjawaban. Kalau kita tidak bisa menuliskan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri sebaiknya kita mengurungkan niatan untuk menulisnya. Karena hal ini menyangkut tentang perubahan pola pikir setelah membaca apa yang kita tuliskan tersebut alam jangka panjang.

Kembali pada soal tentang ide dalam menulis. Saya selaku penulis abal-abal menuju proses menjadi calon penulis beneran (hehe..entah benerannya kapan) mencoba berbagi sedikit mengenai tips-tips agar kita tidak kehilangan ide. Ide itu seperti jelangkung, datang tak diundang pergi tak diantar. Jadi harus cepat-cepat diperdayakan sebelum terjadi kerusakan. Sebelum ide-ide itu sendiri terkontaminasi oleh virus-virus yang merusak pikiran kita dalam waktu yang singkat.

Apakah perlu menulis yang bagus? Iya donk, perlu. Kalau tidak punya target bagus kita juga tidak akan mau belajar. Tetapi bukan merupakan suatu keharusan. Loh koq mbulet? Begini yang saya maksudkan. Pada dasarnya memang menulis itu harus bagus. Bagus dalam artinya adalah memberi manfaat. Namun bukan bagus yang semata-mata harus memiliki nilai X atau bernilai jual, tepat EYDnya dan aturan-aturan menulis yang seakan njlimet dimengerti tetapi yang perlu diutamakan adalah manfaatnya kepada pembaca. Apakah tulisan itu sifatnya memberi pandangan, memberi informasi, bernilai laporan atau sekedar berbagi tawa dan bahagia. Contoh sederhananya jika anda seorang kompasianer. Kompasianer, belajar menulis atau mengejar HL? Rasanya tidak layak saya yang awam soal tulis menulis ini bertanya demikian. Namun, sepintas saya baca (yang maaf personilnya tidak dapat saya sebutkan) pernah menuliskan "gak HL gak apa-apa" tapi selanjutnya ditulis kalimat kekecewaan soal tulisannya yang tidak mampir jadi HL. Bahkan juga pernah saya baca bahwa ada sahabat kompasiner yang merasa tidak percaya diri untuk menulis lagi di kompasiana hanya karena keterbatasannya dan tulisannya (yang menurutnya) tidak sebagus lainnya. Loh, memangnya apa yang salah? Jadi dalam hal menulis (kompasiana sebagai contohnya) jangan hanya terpaku kepada keinginan untuk mengejar HL.

Menurut saya, seseorang yang menyadari bahwa tulisannya tidak bagus itu adalah orang yang pandai mengoreksi diri. Jadi, tidak ada alasan berhenti menulis. Saya yakin para senior kita dalam menulis tidak akan pelit kalau ditanya dan dimintai saran mengenai belajar menulis. Bukan serta merta harus langsung bagus. Kalau kita menuntut yang demikian bagaimana kita akan belajar? Tulisan yang didalamnya hanya terdapat unsur harus, dalam artian harus bagus, harus dibaca banyak orang, harus diterima, harus dan harus sejenisnya lagi justru akan memangkas kreativitas dan keterlepasan ide dan imajinasi dalam menulis.

Yach... back to the point. Bagaimana kita harus belajar menulis dan menuangkan ide?
Kemampuan menulis akan semakin terasah jika kita terus belajar dan belajar menulis setiap harinya. Membaca ulang apa yang telah kita tulis, dengan begitu kita akan semakin  paham dimana saja letak kekurangan kita dalam hal tulis menulis. Apakah pada kemampuan kita menyusun kalimat, ejaan atau pengungkapan ide itu sendiri. Tulis apa saja yang ingin kita tuliskan secara lepas, biarkan otak kanan yang berkreatifitas saat menulis. Lalu, setelah semua ide yang kita miliki telah dikeluarkan barulah gunakan otak kiri untuk mengoreksinya. Baca lagi sebelum tulisan siap dipublisasikan untuk kalayak ramai.

Nah, bagaimana caranya agar kita memiliki ide-ide yang fresh dan tidak kehilangan pemikiran brilian yang munculnya kadang tiba-tiba. Dan tiba-tiba hilang pula isinya. Berikut ada beberapa kebiasaan dari saya yang bisa dijadikan bacaan dan barang kali juga bisa menjadi icon pertimbangan bagaimana agar kita tidak kehilangan ide.

1. Tingkatkan kepekaan diri kita terhadap lingkungan sosial dan segala peristiwa yang terjadi.
Dunia sekitar kita sangat berpotensi untuk memberikan ide  yang luar biasa pada tulisan kita. Peristiwa-peristiwa lucu, unik, mencekam, sedih dan sebagainya. Bisa yang berhubungan dengan sosialita, politik, remaja, budaya, sejarah ataupun filsafat. Jika kita membiasakan pikiran kita agar lebih peka kita tidak akan pernah kehabisan ide untuk menulis.

2.  Ambil hikmah dan kemudian refleksikan semua peristiwa di sekitar kita.
Pada setiap peristiwa tidak kecuali itu sebuah musibah sekalipun pasti tersimpan sebuah hikmah didalamnya. Namun, tidak semua orang mau merefleksikannya dalam sebuah tulisan. Ambil kesempatan itu, sekaligus mengolah daya peka kita terhadap kehidupan di sekitar kita. Kita bisa merefleksikannya dalam bentuk esai, puisi, laporan, cerpen, novel, naskah pidato ataupu bahan sebuah training.

3. Beri otak kita dengan asupan suplemen yang selalu diperbaharui.
Suplemen yang saya maksudkan bukanlah jenis vitamin yang banyak diiklankan di tv. Vitamin atau suplemen otak yang saya tekankan disini adalah mengenai wawasan dan pengetahuan terlebih tentang kemauan kita untuk mau belajar. Perbanyak membaca dan kemudian tulisakan apa yang kita dapat dari sebuah bacaan itu sendiri.  Bisa melalui buku, browsing internet, majalah, koran, ataupun ebooks. Sering-sering berdiskusi dengan orang lain juga merupakan sebuah suplemen tersendiri. Menonton tv dan mendengarkan radio pun dapat menjadi suplemen untuk otak kita asal kita pandai memilih dan memilah mana saja acara yang mendidik dan tidak. BEDAKAN. Jangan hanya suka mantengin infotaiment ngegossipin artist atau acara lain yang kurang memberikan bahan pendidikan. Ingat, apa yang kita baca dan kita lihat sekaligus apa yang kita dengar secara langsung dan tidak langsung akan mempengaruhi pola pikiran alam bawah sadar kita.

4. Jangan membuang ide yang tiba -tiba muncul.
Catatalah ide anda dalam sebuah buku catatan kecil dan biasakan untuk membawanya setiap ada kesempatan. Karena  kita tidak tahu kapan sebuah ide itu akan muncul nantinya. Jika dirasa kurang lengkap carilah informasi mengenai hal tersebut dan kita bisa menuliskannya jika kita telah memiliki waktu yang luang. Tetapi yang terpenting adalah kita tidak kehilangan ide itu sendiri.

5. Ketika kita bermasalah mulailah untuk berpikir secara kreatif.
Tenangkan pikiran kita dari agar tidak berpikir secara tergesa-gesa dan menganggap semua persoalan kita itu terlalu rumit. Pikiran yang tenang akan jauh lebih mendatangkan ide-ide yang positif. Memandang permasalahan kita dari sebuah sisi yang berbeda akan jauh membuat kita lebih dewasa dalam bersikap. Dengan menulis secara aktif, dapat menjadi obat (terapi) ketika kita dihadapkan dalam sebuah persoalan.

6. Ingat, bahwa tidak ada sebuah ide yang salah.
Yang perlu kita tanamkan pada pikiran kita hanyalah bagiamana kita dapat menempatkan ide itu secara tepat. Bangun sebuah konsep berani mengungkapnya menjadi sebuah tulisan. Jangan pernah merasa takut ataupun  minder dengan ide yang kita miliki, olah terus agar ide itu nampak berbeda dan memiliki ciri khas dari sebuah ide-ide yang barang kali mirip dengan ide kita saat ini. Tunjukan sisi kelebihan kita didalamnya.

7. Otak pun oerlu adanya refreshing dan penyegaran.
Jangan biarkan otak kita terlalu lelah. Jika dirasakan sudah cukup capek itu tandanya kita perlu untuk beristirahat dan berlibur dari kegiatan menulis untuk sejenak. Kita bisa mengisinya dengan kegiatan yang kita sukai, misalnya pergi hiking itu yang biasa saya kerjakan. Atau ke pantai, mengunjumgi saudara dan teman barang kali. Bahkan tidurpun akan sangat membantu kita keluar dari kepenatan dan rasa lelah memikirkan ide itu sendiri.

8. Teruslah belajar menulis dan menulis.
Apapun itu yang kita kerjakan secara continue akan menghasilkan sesuatu yang baik, dalam ini kemampuan mengasah otak dan menulis. Dengan terus berkomitmen untuk aktif membuat tulisan minimal sekali sebulan, kita tidak akan kehilangan kemampuan kita untuk menulis.

So, ini adalah sedikit hal yang dapat saya tuliskan hari ini. Kita tidak perlu menuntut diri sendiri agar tulisan kita segera mendapat pembaca yang banyak. Jika tujuannya demikian sampai kapan pun tulisan kita hanyalah kosong karena kita sendiri tidak mendapat apun kecuali hanya ambisi untuk memperoleh pembaca. Tetapi kita melupakan esensi dalam menulis itu sendiri yaitu memberikan sebuah manfaat sekecil apapun untuk pembaca dan kita sendiri. Seorang guru besar tempat saya belajar pernah berkata kepada saya, "Jika kuliahmu hanya untuk mengejar ujian dan IPK maka yang kamu dapatkan hanyalah ijasah dan gelar. Selebihnya adalah kosong." Maka, demikian juga dengan menulis kita tidak akan mendapatkan nilai apapun didalamnya jika kita hanya mengejar nilai bagus, banyak pembaca dan bernilai jual. Just keep writting and writting then you will get more not only about sentence and words. You can do that.


Causeway Bay, 19 May 2013 03:25pm
Ay

Saturday, 18 May 2013

Manusia lebih gampang Menjugde? Penilaiankah atau observasi?

Manusia, antara menilai dan penilaian. Apa yang sebenarnya terjadi dibalik sikap “penghakiman“?

Kecenderungan manusia untuk “menghakimi” dalam arti melabeli, mengkritik, menghukum, dan sebagainya dalam memberikan sebuah penilaiannya. Penilaian kita terhadap orang lain  memainkan peran penting dalam mendorong pemisahan diantara kita. Pemisahan yang dimaksud adalah bagiamana kadar reaksi otak kita mengelompokan orang tersebut dalam lingkaran kita.

Untuk alasan apa pun, pikiran kita agaknya memiliki apa yang tampaknya menjadi kecenderungan alami untuk memberikan penilaian pada orang, tempat, situasi, dll. Meskipun tidak ada seorang pun yang ingin dianggap menghakimi, sepertinya deskripsi ini membawa konotasi yang sangat negatif, faktanya adalah bahwa semua orang pernah menghakimi. Termasuk saya dan anda, bukan? Pada dasarnya adalah mustahil untuk sepenuhnya menghindari melakukan penilaian, karena kenyataannya hampir setiap pikiran kita memiliki beberapa penilaian yang terkait.

Kita menilai bahwa seporsi makanan itu enak dan tidak, menilai bahwa si A itu baik atau tidak, bahwa bunga Lili lebih menarik dari Kamboja. Semua ini adalah bentuk penilaian kita, penilaian terhadap materi ataupun bukan.

Namun, sangat penting di sini untuk membuat perbedaan antara istilah penilaian dan observasi. Penilaian melibatkan pendapat kita bersama dengan emosi, sedangkan observasi hanya melibatkan komentar pada apa yang kita perhatikan.

Dalam setiap peristiwa, langkah pertama dalam mengenali kecenderungan kita untuk menilai adalah dengan mengakui kepada diri sendiri bahwa kita sedang melakukan penilaian. Hal ini tidak berarti dengan cara apapun bahwa kita adalah orang yang menghakimi, melainkan hanya berarti bahwa anda mengakui kecenderungan perilaku ini bukan menyangkal.

Hanya ketika kita sadar untuk menerima bahwa kita melakukan penghakiman secara teratur, kita dapat mulai untuk menjadi lebih sadar ketika kita melakukannya. Hal ini juga sangat penting untuk memahami tentang apa arti menilai orang lain.

Secara khusus, alasan kita menilai orang lain adalah bahwa kita melihat mereka, bukan sebagai mereka, tetapi seperti kita. Dengan kata lain, kita memfilter mereka melalui sistem keyakinan kita. Oleh karena itu, penilaian kita tidak benar-benar mengatakan apa-apa tentang orang lain; mereka hanya menggambarkan apa persepsi kita. Setiap kali seseorang berbuat tidak ‘sesuai’ dengan standar pribadi kita, kita secara otomatis memberi semacam penilaian pada mereka.

Pada intinya ketika kita dengan sangat gampang menjugde seseorang itu keliru atau katakanlah salah dan sesat hal ini semata-mata pendapat kita bersumber dari “keakuan saja“. Lalu mengapa kita tidak mencoba lebih open mind dan memandang sesuatunya dari sisi yang berbeda (diluar standarisasi pikiran kita).
Seperti halnya seseorang yang berlagak begitu tahu mengenai fisika kuantum tetapi hanya memberikan penjelasan yang sifatnya sepotong-potong tanpa sebuah observasi yang bergerak diluar lingkarannya. Maka yang demikian hanya akan terasa “nampak sebagai ahli“ saja, bukan?

Pada dasarnya seorang yang benar-benar ahli dan paham tidak akan memberikan penilaian tanpa sebuah penjelasan jika memang si A yang kita nilai itu memiliki kekeliruan.

Perempuan dan Materialisme

“Cewek Matre“ tentu kata ini sangat dekat di telinga kita semua, dan seeing kali dihindari oleh para laki-laki untuk mencari pendamping hidupnya. Sifat alamiah manusia, terutama adalah perempuan yaitu materialis. Maka, yang mengatakan bahwa tidak semua perempuan itu matre adalah golongan muna. Yang membedakan hanyalah tingkat materialismenya, apakah perempuan itu mampu mengendalikannya atau justru mendewakan paham materialisme didalam dihidupnya. Yang sangat berbahaya jika perempuan sudah menjadikan materialisme sebagai patokan utama segala unsur dalam kehidupannya.

Materialisme sendiri merupakan pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata-mata, dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indra. Artinya segalanya diukur dari uang, harta dan sejenisnya. Materialisme mendasarkan semua hal terdiri atas materi dan semua fenomena adalah hasil interaksi material. Materi adalah satu-satunya substansi.

Maka berdasar teori, materialisme termasuk paham ontologi monistik. Akan tetapi, materialisme berbeda dengan teori ontologis yang didasarkan pada dualisme atau pluralisme.Dalam memberikan penjelasan tunggal tentang realitas, materialisme berseberangan dengan idealisme. Materialisme tidak mengakui entitas-entitas nonmaterial. Paham ini sendiri mendapat dukungan dari para filsuf seperti Epikuros, Demokritos dan Lucretius Carus yang tidak jauh berbeda dengan materialisme yang berkembang di Perancis pada masa pencerahan. Kita bisa membaca karangan La Mettrie yang berjudul L'homme machine (manusia mesin) dan L'homme plante (manusia tumbuhan) sebagai bentuk karangan yang mewakili paham ini.

Yang perlu ditekankan ialah memang dalam hidup kita memerlukan materi, bahkan saat kita berpikir pun kita tetap memerlukan otak sebagai bentuk materi untuk mendukungnya. Tetapi, haruslah kita mampu menguasai sifat materialis itu sendiri atau akan terjadi hirearki terbalik, “Materi membunuh anda“. Penguasaan diri terhadap sifat ini sangatlah perlu, apalagi kaitannya kepada kita yang perempuan tetapi lelaki pun juga perlu. Karena apa? Sebagai perempuan, kitalah yang akan menjadi penggerak mesin-mesin operasional kehidupan rumah tangga. Menanamkan mental dan juga pemikiran kepada anak2, jika sebagai perempuan kita tidak mampu mengendalikan sifat materialis maka hal ini akan sangat buruk dampaknya terhadap lingkungan keluarga kita. Sebagai mesin kontrol utama yang menanamkan dasar-dasar pemahaman kepada anak2 jangan sampai anak2 tersesat dalam paham materialisme yang tak terkendali. Tidak ada satu pun manusia apalagi perempuan yang tidak punya sifat materialis, karena segala keperluan hidup yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan jasmani tidak dapat terpenuhi hanya dengan berdo'a tanpa adanya usaha untuk memenuhinya, dalam hal ini bisa dengan bekerja.

Tuesday, 30 April 2013

Filosofi Tembang Pangkur (bait kedua)

Telaah tembang Pangkur Bait kedua dari Serat Wedhatama karya Mangkunegara IV pupuh 2 Pangkur.

“ Jinejer ing Wedhatama,
mrih tan kemba kembenganing pambudi,mangka nadyan tuwa pikun, 
yen tan mikani rasa, 
yekti sepi sepa lir sepah asamun,
samangsane pakumpulan, 
gonyak-ganyuk nglelingsemi.“

Artinya:

“disusun di ajaran utama,
tidak boleh malas bermandikan budi kebaikan,
maka walaupun tua dan pikun, 
kalau tidak mengolah rasa, 
sungguh sepi dan hampa seperti sampah tersembunyi, 
ketika diperkumpulan, 
serba canggung dan memalukan“

Wedhatama bisa berarti ajaran yg utama yaitu ajaran budi pekerti atau akhlak mulia, akhlak mulia itu adalah inti dari ajaran Islam selain ajaran tauhid yaitu berserah diri kepadaNya. Apabila kita melakoni ajaran wedhatama maka jangan kita menghindar dari perbuatan baik dengan alasan apapun, kalau kita berniat bersedekah maka lakukanlah secepatnya sebelum niat itu luntur, apabila telah datang waktu sholat maka bersegeralah tunaikan sholat tanpa ditunda tunda, apabila kita menunda nunda kebaikan maka Allah juga akan menunda rejeki yg datang kepada kita demikian pula dengan sebaliknya.

Apabila kita sudah tua dan pikun tapi belum mengolah rahsa (hati terdalam/sirri) maka akan meyesal nantinya, tua dan pikun ini bisa berarti sudah mumpuni dibidangnya, sebagai contoh seorang profesor astronomi ketika mengetahui rahasia terdalam dari astronomi tanpa dilandasi ilmu mengolah hati terdalam maka kebingunganlah yg didapat karena hanya akal yg dipakai tanpa menggunakan hati, akal ketika berhadapan dengan yg tak terhingga akan mentok dan pusing, proofesor astronomi tersebut akan gamang dan bingung ketika menjelaskan teorinya dihadapan rekan2 sejawatnya karena teori tersebut hanya sebatas akal tanpa dilandasi nurani, maka gugurlah teori tersebut dan digantikan teori lain yg lebih sempurna. Intinya adalah segala ilmu pengetahuan kita hendaknya bersandar pada kebesaran dan kekuasaan Illahi supaya tidak bingung serta hampa tidak berguna dan pada akhirnya akan malu sendiri.

Filosofi tembang Pangkur

Makna bait pertama tembang Pangkur yang diambil dari Serat Wedhatama karya Mangkunegara IV pupuh 1 Pangkur.

“Mingkar-mingkuring angkara, 
akarana karenan mardi siwi, 
sinawung resmining kidung, 
sinuba sinukarta, 
mrih kretarta pakartining ilmu luhung,
kang tumrap ing tanah Jawa, 
agama ageming aji.“

Yang artinya:
menghindari sifat jahat,
sebab senang membimbing anak, 
dirangkum ke dalam sebuah kidung, 
dihormati dan dimuliakan, 
supaya tercapai maksud dari ilmu luhur, 
bagi tanah jawa, 
agama adalah busana berharga.

Maksudnya adalah:

Sifat jahat adalah sifat yang menganiaya diri sendiri dan berakibat pada orang lain, hendaknya ajaran untuk menghindari sifat jahat didalam diri kita ini diajarkan kepada anak2 kita kelak (karena saya belum beranak bagi yang sudah beranak lebih baik ajarkan segera). Ajarkan dengan sepenuh hati dan ikhlas (mardi siwi) dan dalam pengajaran kepada anak kita termasuk didalamnya adalah siswa atau murid itu dengan cara seindah mungkin dan sesistematis mungkin, tiada cara lain kecuali kita sebagai orang tua harus memberi contoh kepada anak/siswa, ibarat kata guru kencing berdiri, murid kencing berlari.

Dari segala pengajaran2 kita terhadap anak/siswa maka hendaknya berujung pada tujuan yaitu ilmu berbudi luhur atau akhlak mulia, didalam agama Islam sunnah yg paling utama adalah akhlak mulia, orang bisa saja menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya sepersis mungkin dengan apa yg diajarkan nabi Muhammad, tapi itu semua tanpa diiringi dengan akhlak mulia maka hampir tidak ada artinya segala amal ibadah kita, lalu apa yg dimaksud akhlak mulia itu? Akhlak adalah ruh dari perilaku atau perbuatan, segala perbuatan kita mencerminkan akhlak kita dan akhlak kita akan dipantulkan oleh perilaku kita walaupun tidak semua perbuatan yang kelihatannya jahat maka itu jahat.

Lalu bagaimana membentuk akhlak mulia itu, dimulai dari diri sendiri yaitu bersihkanlah hati dari kotoran2nya, jauhkanlah dari sifat sombong dan merasa benar sendiri, ini penting bagi para pendakwah atau da'i, lalu bertawaduklah kepada segala ciptaanNya, sesungguhnya didalam segala ciptaanNya terkandung perumpamaan2, manfaat dan hikmah yg besar apabila kita mengetahuinya, lalu ikhlaskan segala amal perbuatan kita karena Allah, ikhlas itu berarti ego pribadi dan kepemilikan kita sudah nol, apabila segala harta benda serta amal kita sudah kita nol kan dalam arti kepemilikannya sudah bukan milik kita lagi maka ibarat kita memiliki dunia dan seisinya (demuwe) dan menjadi tak terhingga seperti dibagi nol, bilangan berapapun kalau dibagi nol maka hasilnya menjadi tak terhingga.
Setelah itu lalu sabar, sabar dalam beramal sholeh serta sabar dalam menuai hasilnya, ibarat kita menanam mangga dan menggunakan ilmu2 pertanian untuk menanam serta memupuknya maka kita harus bersabar dan yakinlah bahwa biji mangga yg kita tanam akan tumbuh pohon mangga, tidak cukup kita wirid/dzikir "mangga, mangga, mangga, dst" tapi biji mangganya tidak kita tanam, kita siram dan kita pupuk itulah makna dari kesabaran.

Setelah itu adalah syukur, bersyukur dengan segala yg kita dapat, hasil akhir adalah tidak penting, yg penting adalah usaha dan doa kita sudah maksimal walaupun apa yg kita harapkan belum kita dapatkan, tapi kalau kita syukuri maka nikmat sekecil apapun akan menjadi besar.

Tanah jawa yang dimaksud disini secara geografis adalah pulau jawa, bukan suku jawa, orang jawa dari dulu menganggap bahwa pulau jawa itu tanah jawa, tapi yg terpenting adalah makna filosofi dari jawa yaitu jiwo kang kajawi atau ruh yang mendominasi tubuh atau warangka manjing curigo, maknanya adalah ketika kesadaran ruhani kita mendominasi kesadaran tubuh kita maka segala amal perbuatan kita akan bertujuan pada akherat yaitu Allah lah tujuan kita, berkesadaran ruhani itu juga bermakna meninggalkan dunia sebelum meninggal dunia, segala ujian didunia telah kita lampaui dan kita sudah menemukan sandaran dan prinsip hidup yg mapan serta sudah bisa menyimpulkan awal akhir kehidupan.

Agama adalah busana yg berharga bagi orang jawa, sekali lagi jawa itu tidak hanya nama suku/pulau tapi sebuah kesadaran jiwo kang kajawi (ruh yg mendominasi tubuh). Selama ini kita selalu terkotak kotak dengan kitab garing (kering) atau kitab yg tersurat seperti Al Qur'an, Injil, Zabur, Wedha, Tripitaka, Taurat, tapi tanpa kita sadari hanya berpedoman pada kitab kering maka manusia saling merasa benar sendiri lalu menghakimi orang lain yg tidak sependapat dengan kata2 yg memojokkan (kafir, musyrik, bid'ah dsb) dan pada akhirnya berperang satu sama lain, padahal belum tentu tuduhan2 semacam itu benar, bisa jadi yg menghakimi itu salah. Maka dari itu perlu kita berpedoman pada kitab teles (basah) yaitu kitab yg tersirat, sesuai namanya kitab teles itu basah dan meresap bagai air kesemua ajaran agama dan juga tidak terlihat secara fisik tapi nyata seperti kejujuran, kebaikan, keadilan, akhlak mulia, saling menghargai satu sama lain dsb. Bagi orang jawa semua agama yg masuk ke tanah jawa adalah sama, ajaran kejawen itu bersifat ngemong dengan segala agama yg masuk dan semuanya sama, maka dari itu toleransi antar umat beragama sudah terjalin pada waktu kerajaan Majapahit bahkan sebelumnya, oleh karena itu aneh apabila umat beragama sekarang malah saling merasa paling benar sendiri dan dengan mudahnya menghakimi umat/kelompok lain yg tidak sependapat atau sepaham dan itu adalah budaya jahiliyah bukan budaya asli Nusantara. Agak sulit kalau semua saling mengaku paling benar, kita sering terjebak pemahaman salah satu hadits nabi yg mengatakan umatnya akan terpecah menjadi 73 dan hanya satu yg selamat yaitu ahlussunah wal jama'ah, dari hadits tersebut maka faham2 serta aliran2 islam berbondong bondong mengaku ahlussunnah wal jama'ah dan terjebak pada pengakuan yang sepihak tersebut tanpa disadari bahwa apabila kita mengaku aku paling benar dan menuduh yg tidak sealiran itu salah maka secara tidak sadar pula kita telah menyempalkan diri dari jama'ah islamiyah, maka insya Allah semuanya benar dan yg salah yg mengaku paling benar dan menganggap lainnya salah, ingatlah juga bahwa kebenaran hakiki itu hanya milik Tuhan.

Monday, 25 March 2013

Antara Jalan dan si Pejalan

Seperti kisah para pejalan, ia selalu yakin bahwa Dia-nya Nu Agung memberikan sebuah jalan yang terbaik. Dan Dia sudah barang tentu lebih paham jalan mana yang memang paling baik untuk kita lalui. Tetapi sebagai pejalan ia harus juga mampu meyakinkan diri bahwa jalan ini adalah jalan yang terbaik. Sebab tanpa ia mau turut serta dalam keyakinan itu jalan itu tidaklah akan menjadi sebuah jalan yang baik.

DIA nu Esa telah menyediakan jalurnya namun si pejalanlah yang harus datang dan melewatinya sendiri. Ia tidak bisa hanya sekedar mendengar dan mendengar dari cerita pejalan lainnya. Sebab jalanan tidak akan menghampiri para pejalan, jalanan hanya siap dilalui oleh para pejalan yang memang beniat memilihnya sebagai jalan.

Maka dalam perjalanannya si pejalan itu memutuskan melewati jalanan dengan jalan kaki, sepeda “onthel“, motor, gerobak, becak, mobil, truk, bus, ataupun kereta. Maka jaraknya tidak sekalipun berubah, tidak juga medannya, tetapi hanya cara dari masing-masing pejalan yang tak sama. Cara itulah yang pada akhirnya membawa si pejalan dalam sebuah pengalaman yang tak pernah sama diantara banyaknya pejalan.

Pada ujung jalan tentu ada sebuah tujuan yang sama. Namun, dalam perjalanannya mungkin juga ada yang jatuh, ada yang berbelok, ada yang capek, ada yang kembali pulang, ada yang menyerah dan ada yang tetap terus berjalan. Maka, hanya si pejalan tertentulah yang akan tahu apa yang sebenarnya berada diujung jalan. Karena dengan bekal yakin dan ketekadannya meski jalan kaki ia tetap melangkah. Dalam keyakinannya bahwa memang ini adalah jalan terbaik baginya. Sehingga pada akhir perjalanannya ia tak akan mampu bercerita sebab takjub oleh pencapaian diujung jalan, sebab si pejalan ini yakin bahwa setiap pengalaman “perjalanan“ tidak selalu bisa dituturkan secara lisan.

Sunday, 17 March 2013

Palsukah cintaku kepadaMu, Kekasih?

Wahai Kekasih,
Jika sujudku adalah bentuk rasa takut api nerakaMu,
maka hanguskanlah aku di dalamnya,
lebur tulangku hingga tak ada sisanya.
Ini adalah ingkar dari cintaku kepadaMu, Kekasih.
Ini nyata atas penghianatan cintaMu.
Karena bila begitu,
Rasa takutku lebih kuat dari cintaMu
dan cintaku hanyalah buaian palsu.

Wahai kekasih,
Dan jika memujaMu adalah harapan atas firdausMu,
haramkanlah aku menginjak kedalamnya.
Jauhkan aku bahkan dari semerbak wangi mencumbunya itu.
Sebab bila begini,
ego adalah penguasaku yang meluruhkan cintaku mencintaimu, Kekasih.
Malu aku mengangkat muka mengakuiMu, Kekasihku.
Nyatanya Engkau tidak mengharap apapun atas cintaMu,
Sedang bila begitu cintaku hanyanyalah esensi semu.

Wahai kekasih,
Sebelum terbit fajar Engkau adalah Kekasihku,
Pada setonggak tongkat Engkau masih Kekasihku,
Pada ubun-ubun menyengat Engkau tetap Kekasihku,
Pada surya condong ke barat Engkau juga Kekasihku.
Pada surup suara-suara akhir senja Engkau masih selalu Kekasihku.
Pada malam peristirahat Engkaulah Kekasihku.
Jika kasihku adalah palsu, maka kutuklah aku.
Semau-mau yang Engkau mau,
Karena Kekasihku adalah pemilikku, utuh.

Wahai Kekasih,
Jika sujudku karena kecintaanku padaMu,
Jika aku memujaMu karena kecintaanku kepadaMu,
Maka pintaku tak lebih dari satu,
Tetaplah menjadi Kekasihku.
Meski nerakaMu akan jadi surgaKu,
Telah ku lepas keinginan itu.
Nyatanya neraka pun adalah bagian kerajaanMu,
Dan disanapun aku adalah bagian milikMu.
Jika pun surga kau berikan padaku,
Biarlah aku cukup tinggal untuk semakin mencintaiMu, Kekasihku.

Ayda Idaa
BraemarHill, 17 Maret 2013
22:42pm.

Monday, 11 March 2013

Seberkas Sinar Cristal (Jalan Seorang atheis).

Awal musim semi yang menyejukan, aroma tulip terasa menyengat di hidung siapa saja. Kincir-kincir angin masih berdiri kokoh disana. Negeri kincir angin, itulah yang menjadi sebutan tempat kelahiran Kevin 23tahun yang lalu. Kevin Vanderbilt seorang pemuda Indo-Belanda.

Pada umur 5th mamanya membawa Kevin pulang ke Surabaya hingga ia menyelesaikan sekolah SMA. Papanya David Vanderbilt seorang arkeolog memintanya kembali ke Holland untuk kuliah disana. Kevin hanya menuruti meskipun ia sayang sekali meninggalkan Oma sendirian. Sementara kakanya Anne telah menikah dengan seorang perwira TNI dan mengikuti suaminya dinas ke Ambon. Kini Arini Herdiansyah Vanderbilt konsentrasi penuh kepada anak laki-lakinya.

Belanda merupakan bekas jajahan Spanyol namun telah terlepas pada masa pemerintahan Philip II dan sebelumnya pernah masuk ke Perancis pada masa pemerintahan Napoleon Bonaparte. Negara yang berada pada ketinggian 321m dibawah permukaan laut. Disanalah tempat kelahiran pelukis handal seperti Rembrandt Van Rijn.

Den Haag, 5tahun yang lalu.
Sebuah mobil melewati kawasan Den Haag atau dalam bahasa orang barat disebut dengan The Hague, tapi orang Indonesia lebih menyebutnya Den Haag. Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang melintasi kawasan kastil Ridderzaal hingga istana Stadhouder. Deen haag merupakan tempat Staten General (Organ pemerintahan tertinggi di Belanda). Di sana pula tempat tinggal para bangsawan Belanda. Sebuah kota terbesar ke 3 setelah Amsterdam dan Rotterdam. Kota yang berciri khas dengan sistem aristokratisnya. Penduduknya di sebut Hagenees.

"Pa, stop. Stop...!" Kevin berteriak dan seakan mengkomando papanya berhenti.

"Nederland is geweldig " lanjutnya. Belanda memang mengagumkan maksudnya.

"Papa harap kamu akan betah belajar disini" kata David menepuk pundak anaknya yg duduk disampingnya.

Sementara Kevin masih bengong menikmati panorama Mesdag. Dia turun dan diikuti Papa, Mama, Anne dan Alex kakak iparnya.

"Maar ik hou van Indonesie." kata Anne sambil bergelayut di lengan suaminya. Artinya "Tapi aku cinta Indonesia.

"Yeyeee.... pastilah gua juga tahu alasanya tuh. Si pak Al." ledek Kevin sambil bergaya menirukan lagak Alex sebagai tentara.
Kontan saja Anne meninjunya hingga Kevin cukup mengerang 'auh'.

"Hoe dan ook, hier ook de geboor te plaats van Papa" Arini melerai. Sudahlah, ini juga tempat kelahiran Papa.

"Pa, Als ik afgestudeerd ik will zijn als papa" Ketika aku lulus  nanti aku ingin seperti Papa itu maksudnya Kevin.

"Ik weet zeker dat je zal zijn sterker dan ik, ijverig studeren" kata David dengan bangga merangkul pundak Kevin.

'Kamu pasti bisa lebih hebat dariku, rajinlah belajar. Itu yang dikatakan papa, selalu membuatku ingin membanggakannya. Pa, aku pasti bisa.' Janji kevin di hati.

Kevin berhasil lolos pada seleksi di Universitas tertua Belanda. Kabarnya dulu Wihelmina ratu Belanda pun pernah belajar disana. Termasuk Sultan HamengkuBuwono IX dan Sri Paduka Mangkunegara VII. Universitas Leiden.

******
Tinggal di Den Haag membuat Kevin betah dan lebih semangat, apalagi jurusan arkeologi yang diambilnya sesuai dengan profesi papanya yang seorang arkeolog. Seperti mendapat angin. Sesekali mereka berbarengan ke Museum Beelden Aan Zee atau mengitari Amsterdam yang tak jauh dari Den Haag ya mungkin sekitar 61 km butuh 56an menit saja.

Mama selalu setia mengajaknya ke gereja, ya mama seorang yang sangat taat dengan ajarannya. Selalu mengingatkan ini baik dan itu tidak bahkan hingga tahun kedua mama tetap setia mengingatkan.

Sore itu pukul 18.30 waktu Holland, mama masih melakukan kebaktian di gereja Grote Kerk (Gereja Agung Den Haag). Mendekati natal, musim dingin yang penuh salju dimana mana. Kevin bersama mamanya didalam berdo'a dengan khusyuk untuk kelulusan Kevin. Kevin pun begitu hikmatnya.

Mereka keluar dengan baju dingin kedua tangan dimasukan ke saku, dinginnya hingga mencapai dibawah minus 2. Jalanan berasa lebih sepi, ya mungkin karena ini lagi hujan salju. Tapi mama masih tetap ngeyel mengajaknya ke Gereja. Bahkan tak ada taxi yang lewat. Sepi sekali jalanan. Mereka mampir ke kafe untuk membeli makanan dan minuman hangat. Suasana tampak tenang dan damai, Kevin pun menyantap makanannya dengan santai.

Dorr...dorr...dorr...., beberapa kali terdengar suara tembakan. Rupanya ada kerusuhan, ada segerombol perampok yang habis menjarah bank dan melarikan diri. Polisi mengejarnya.
Para penjahat itu masuk ke kafe dan...

"Mama?" Kevin tersadar mama tak ada lagi disampingnya semua orang sedang panik.
"Kevin. Kevin. Keviiinnnnn" mama bingung mencari anaknya.
Hiruk pikuk menyepelekan dingin yang membekukan darah. Semua berlarian mencari tempat aman, Kevin berusaha mencari mama didalam tapi tak ada dia berlari keluar menyerobot walau petugas melarangnya. Di luar berbahaya.

Dia berteriak dengan kencanngnya. Dan segerombolan mafia berlari dari seberang sambil membawa pistol, mengcungkan pistolnya kearah siapa pun dan sesekali menembakannya.

"Keviiinnnnn, awasssssss" Arini berlari kearah Kevin . Dan tiba2 sebuah tembakan keras dari polisi nyasar ke tubuhnya. Kevin menjerit berlari ke arah mama, dan Dooorrrrrr...... tembakan dari si rampok tepat mengenai perut mama. Kevin berlari ke arah mama saat kawanan itu menabrak tubuh mama yang sempoyongan tak berdaya. Polisi hanya sibuk mengejar penjahat itu tanpa peduli dengan mama.

Warna putih salju menjadi merah, darah segar mengalir deras. Kevin memeluk mamanya dan menangis tanpa ada yang peduli dengan teriakan 'help me' darinya. Hujan salju jatuh, gumpalan putihnya tepat mengenai pipi mama. Di usapnya pelan sambil di dengarnya perempuan itu bicara terbata-bata.

Pandangannya sinis tatapan matanya tajam penuh sorot kebencian, benci dengan orang-orang dan semuanya yang tak peduli. Bahkan pun tak peduli gumamnya.
"Arrrrrgghhhhhhhhh...., Setan lo semuanya" Di gendongnya mama, tubuh itu masih bercucuran darah. Rumah sakit, ah masih cukup jauh.
"Ini gak adil, GAK adil." teriakannya membelah salju. Ia mengerang dan menjerit lalu menangis, tak peduli amuk polisi berkeliaran tak peduli dengan banyaknya wartawan yang memotret sana sini. Entah dalam sekejap dari mna mereka datang. Tubuh perempuan itu masih terkulai, perempuan yang di panggilnya mama.

"Apa itu Tuhan. Mama bilang engkau itu pengasih argghhhhhhhhh.... shit."
Di goncangnya tubuh mama tapi tak bersuara tak juga bergerak.
"Gua gak percaya Tuhan itu ada" kekecewaan dan kemarahannya menguasai Kevin hingga ia menghujat Tuhan. Ya Tuhan yang memberi hidup pada manusia.

●●●●●
"Mama, mama. Mamaaaaaa......"
Arrgghhhhh.... mimpi itu lagi, datang lagi ke hidupnya. 'Mama' ia mengigau, diambilnya segelas air putih dan diteguknya.

Ia berjalan kearah jendela, Langit cerah. Hangat. Tapi hatinya menjadi begitu dingin.
Dinginnya melebihi es.

Di kawasan jalan Sumatera itu berdiri sebuah rumah besar yang kokoh, penghuninya cuma dia dan seorang wanita 75an tahun yang di panggilnya oma. Kini orang yang di dekatnya cuma oma.

'Papa sibuk dengan istri barunya. Ah begitu cepat papa melupakan mama. Kak Anne lebih sibuk dengan tugas suaminya ke luar jawa. Orang2 gak ada yang peduli sama gua. Bahkan Tuhan juga gak peduli dan dengerin teriakan gua. Tuli.'

Dia terus menghujat sambil menyulut rokoknya. Sejak kapan Kevin merokok, bukan cuma itu tapi ada bau alkohol disana. Botol-botol anggur dan lainnya berserakan. Mbak Rianah kerap kali menemukan botol-botol whiskey, Johny walker, Hennessy, Brendi, ataupun vodca dan tentu lainnya tak di ingatnya lagi satu demi satu.

Tok...tokk...tokk.... terdengar pintu di ketuk.
Anah masih melihat kondisi kamar yang seperti biasanya, selalu berantakan. Ada sepatu di di atas meja, gelas dengan separo minuman yang menyengat, putung-putung rokok. Rak DvD pun ambruk semua isinya berserakan di depan tv, sofa di kmar itu di penuhi pakaian kotornya.
"Makan siang sudah siap den. Di tunggu oma" katanya pelan. Mata elang kecoklatan itu memandangnya tajam walau masih nampak kekosongan.
"Iya mbak, bilangin oma gua mandi dulu." ucapnya memerintah.

Sejak kematian mamanya Kevin berubah aneh, lebih aneh dan semakin aneh. Segala macam keanehan di kerjakan, orang sampai menyebutnya bajingan, brutal, arogan dan playboy. Wajah oriental Indo-Belanda menguntungkannya memikat wanita. Ditambah postur tubuhnya yang atletis, siapa pun akan terpikat.

'Tuhan lebih sayang sama pembunuh mama, sama penjahat timbang orang setaat mama. Shit' batinnya sambil mematikan putung rokoknya.

Sudah setahun lebih kepindahannya kuliah ke Surabaya tapi Kevin belum juga bisa melupakan mama. Mama yang mencintaknya.

Seusai makan siang Kevin masih tampak malasan di kolam renang di belakang rumah oma. Dia meluncur dari satu sudut kolam ke sudut lainnya. Tanpa ia sadari perempuan renta yang masih terlihat fresh itu memperhatikannya dari lantai dua rumahnya. Kevin sperti ikan, gerakannya lincah. Pantulan sinar matahari menyengat hingga ke mata oma yang cukup rabun rupanya.
"Kamu pasti berat menjalani ini Vin" katanya pelan dibalik jendela.

●●●
Kevin sudah siap dengan setelan jeans biru dan kaos lengan pendek berwarna sedikit lebih cerah. Rambutnya yang lumayan gondrong di ikatnya dengan dengan ala kadarnya. Sepatu putih dan tas ransel berisi kamera besar disabetnya sebuah kacamata hitam dimejanya. "Saatnya beraksi" tangannya bergaya sambil menjuding ke cermin besar di kamarnya.

"Oma, Kevin pergi dulu. Biasa berburu suasana sunset" di raihnya tangan oma dan di ciumnya, kemudian di kecupkan ciuman hangat di kening oma.  Sambil menyambar kunci mobilnya ia masih mendengar oma bilang 'Hati2 jangan ngebut'. Badannya berbalik dan memberi isyarak OK  dgan jempol dan telunjuk yang membentuk lingkaran.

Mobilnya melaju dengan cepat ke arah Keputih, sekarang dia belajar disana. Mengambil jurusan Teknik Elektro, ITS.

"Hai broer, tumben lo nongol di kampus jam segini" tanya Bram sambil mengernyit heran ke arah Doni.
"Perubahan men, ntar malam kita have fun gua ada kenalan baru buat kalian" katanya riang sambil meneguk segelas cola milik Bembi.
"Have fun, have fun dong. Tapi minuman orang nih jangan di serobot" omel Bembi kesal yang merasa seretan.
"Napa? Marah? ntar deh gua beliin sekalian sama pabriknya"

Sifat loyal Kevin selalu membuat temannya bertahan. Kevin tak pernah perhitungan dengan uang.

Telihat sosok seorang wanita mendekati mereka. Tubuhnya yang elok aduhai bodynya yahurt menghampiri segerombol anak muda itu di kantin kampusnya.
"Hai Tiara"
"Hai cantik"
"Hemm.. perfect" mata Doni hampir saja biru kena tonjokan Kevin. Kerlingan nakalnya membuat Kevin geram.

"Vin, Kita pergi sekarang kan?" tanyanya pelan.

Kevin menarik tangan itu dengan lembut dan merangkulnya menuju parkiran.
Mereka memang pasangan yang serasi.

●●●
Kevin terus saja memotret Tiara yang tersenyum lebar di atas jembatan Suramadu. Kevin tak peduli dengan keramaian jalanan dan terus menjepret. Tiba-tiba sebuah sepeda motor berwarna hijau melaju dengan kencang dari arah madura.

Tiitttt....tiitttt...teettt....
suara klaksonnya keras sekali namun Kevin gak peduli.

Pengendara Ninja itu pun berteriak menyuruhnya minggir.
"Hoee...nyimpang. Nyimpang rek, nyimpang  po'o" teriaknya. Kevin tak peduli.
Jarak semakin dekat dan bruukkkkk.... ban depannya tepat menyrempet kaki kiri Kevin. Tak parah, hanya terkilir. Pengendara itu rupanya tepat mngerem motornya.

"Kon, nek kate golek mati lompat jempatan pisan. Ganggu wong motoran ae"
"Tengil loe ngomong apaan loe. Emang ni jalan punya moyang loe?" suara Kevin mengeras.
"Hehh... kon iku goblok tah budek se. Noh tanyain ma cewekmu."
Tiara membantu Kevin bangun.
"Argghhhhhh.... loe msti gantiin kamera gua." perintah Kevin yang melihat kameranya jatuh berantakan.
"Banci lo, turun dari motormu"
"Tadi kan aku wis ngomong rek. Nyimpang NYIMPANG bego" Pengendara itu memberi tekanan pada nada suaranya.
"Apa Ipang?" Tanya Kevin.
"NYIMPANG BUDEK" katanya geram sambil memarkir sepedanya dan meminggirkannya. Dilepasnya helm yang menutup kepalanya.

Wajah asli jawa dengan potongan rambut cepak yang ala kadarnya di ikat karet, tingginya hanya sekitar 160cm. Tubuhnya kecil dan lumayan kurus dibanding Kevin.
"Lapo kon mlilik ae, pengen di culek ta?" katanya kasar.

Kevin hanya mengamati sosok wanita di depannya, yang jauh dari kesan perempuan. Celana komprang, kaos lengan pendek dan jaket kulit berwarna coklat. Tas ransel dan helm berwarna Silver, naik sepeda motor. Pantasnya di sebut preman baginya.

"Sory, gua ga level berantem sama perempuan"
Sambil menarik Tiara ke dalam mobilnya.
Namun wanita tadi masih berdiri, palah sekrang berdiri di depan mobilnya.
"Nyari mampus ni anak" dia keluar.
"Vin, udah jgan diladenin." pinta Tiara.
Sementara Kevin sudah di luar mobil dan beradu mulut dengan wanita itu.
"Cowok bukan cewek bukan, Gak level. GAK level" katanya sambil mengangkat dagu wanita itu dengan kerasnya.
"Yang jelas Loe udah ganggu acara moto gua" tambahnya.
Dia gak nampak kesakitan, dan tanpa di duga sebuah tonjokan keras Buukkk mendarat di pipi kirinya. "Banci loe, anak model kayak loe cuma bisa ngabisin duit ortu. Kutu loe, ngurusi kon gak oleh untung nggo aku. Nek gak trimo golekono aku." katanya menantang. Dia meninggalkan Kevin dan menstater motornya dengan kencang. Sementara Kevin hanya menghafal plat nomer motornya saja.

●●●●
Indak memasuki halaman kostnya dengan penuh kesal. Sambil menuntun motornya "Lapo Ndak, ko manyun." tanya Riry sahabatnya.
"Mari ketemu wong edan. Gendeng ra due udel" Indak nerocos kesal sambil masuk ke kamar.

"Ndak tadi mamahmu telpon, kamu suruh telp dia."
"Peduli setan, Setan aja gak peduli sama aku."

hhhhhh..... dia mendengus.
Mengingat kembali memori  hari itu.

************
"Mah, aku ini anaknya siapa?" tanyanya geram.
Pertengkaran sore itu masih teringat saat ia menanyakan keberadaan ayahnya. Ayah yang tak pernah di lihatnya dan setiap hari mamah selalu di antar pulang dengan lelaki yang berbeda. Dia acapkali memergoki mamah berciuman dengan om om di ruang tengah rumahnya. Rumah yang mirip neraka baginya. Hahaaaahhhh.... aku gak pernah minta di lahirin ke dunia. Itulah yang selalu di teriakannya kepada Tuhan. Sampai akhirnya ia tak percaya bahwa Tuhan itu ada.
"Minggattt koe, anak pembawa sial gak ngerti si untung. Minggat" usir mamahnya.

Persetan dengan ayah dan mamah, keduanya cuma makhluk pembawa borok. Setan hidup yang ngelahirin setan kayak aku.

"Hahaa..." dia berbaring sambil tertawa kecut di atas ranjang kostnya.
"Kebo yang gak tahu malu" katanya datar.